fbpx
Uncategorized

Kuning Pada Bayi Baru Lahir, Berbahayakah?

Setiap orangtua pasti mengharapkan sang buah hati lahir dengan sehat, tanpa ada gangguan maupun penyakit apapun. Namun, setiap orangtua tentu sebaiknya menyiapkan diri mengenai berbagai kondisi yang mungkin terjadi pada bayi baru lahir. Salah satunya, penyakit kuning.

Penyakit kuning pada bayi baru lahir atau dalam bahasa kedokteran disebut dengan ïkterus neonatorum, adalah perubahan warna tubuh bayi menjadi warna kuning yang disebabkan oleh peningkatan kadar bilirubin. Perubahan warna menjadi kuning ini umumnya mulai muncul pada bagian putih mata (sklera) dan wajah. Selanjutnya akan meluas dari atas ke bawah (sefalokaudal) ke arah dada, perut, kedua tangan dan kaki.

Ikterus neonatorum pada minggu pertama setelah bayi lahir terjadi pada 60% bayi cukup bulan dan  80% pada bayi prematur. Hal ini adalah keadaan yang normal, namun sebagian bayi akan mengalami ikterus yang berat sehingga butuh pemeriksaan dan terapi yang tepat untuk mencegah kesakitan dan kematian.

Bilirubin itu sendiri adalah zat normal yang terbentuk dari penguraian sel darah merah di dalam tubuh manusia. Proses metabolisme bilirubin di dalam tubuh manusia berlangsung di hati, yang kemudian akan dikeluarkan ke dalam usus melalui saluran empedu. Di dalam usus, bilirubin akan terikat dengan makanan, dan dikeluarkan dengan tinja (bilirubin memberi warna kuning pada tinja manusia). Apabila tidak ada makanan di dalam usus, bilirubin akan diserap kembali ke dalam darah dan bersirkulasi ke kembali ke dalam hati. Proses ini berlangsung terus-menerus selama hidup manusia menjadi sebuah siklus berulang yang disebut dengan sirkulus enterohepatik (rantai usus-hati).

Saat bayi masih dalam kandungan, bilirubin yang dihasilkan tubuh bayi akan ‘dibuang’ melalui plasenta ibu. Sedangkan setelah lahir, bilirubin ini harus ‘dibuang’ sendiri melalui proses rantai usus-hati yang dijelaskan di atas.

Pada bayi baru lahir, sirkulus enterohepatik ini masih belum matang sehingga belum mampu mengeluarkan bilirubin dari tubuh dan membutuhkan adaptasi selama kurang lebih satu minggu.


Penyebab tersering penyakit kuning pada bayi baru lahir :

  • Hati bayi yang masih belum matang saat lahir
  • Jumlah sel darah merah yang lebih banyak pada bayi baru lahir
  • Usia sel darah merah pada bayi cenderung lebih singkat
  • Bayi prematur

Penanganan penyakit kuning pada bayi baru lahir :

  • Rutin berikan ASI eksklusif, 8-12x sehari
  • Pemberian ASI dapat juga diberikan dengan cara memerah ASI
  • Paparan sinar matahari, 15-20 menit sehari, dibawah jam 10 pagi atau setelah pukul 16 sore (bayi tidak perlu membuka pakaian)
  • Fototerapi (sesuai indikasi dan saran dokter)

Prinsip yang paling penting, khususnya pada bayi yang mendapatkan fototerapi adalah sedapat mungkin ibu tetapi rutin menyusui atau memberikan ASI perah kepada bayi (1-2 jam sekali) untuk mencegah dehidrasi dan mempercepat proses ‘pembuangan’ bilirubin keluar tubuh.

Kebanyakan, kuning pada bayi baru lahir ini akan membaik dengan sendirinya dengan pemberian dan manajemen ASI yang benar. Jika kondisi bayi kuning mulai menyebar semakin luas ke tubuh, bayi tidak mau menyusu, cenderung tidur terus, tampak lemas, demam, tampak sesak napas dan kejang, segera konsultasikan dengan dokter terdekat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Privacy Settings
We use cookies to enhance your experience while using our website. If you are using our Services via a browser you can restrict, block or remove cookies through your web browser settings. We also use content and scripts from third parties that may use tracking technologies. You can selectively provide your consent below to allow such third party embeds. For complete information about the cookies we use, data we collect and how we process them, please check our Privacy Policy
Youtube
Consent to display content from Youtube
Vimeo
Consent to display content from Vimeo
Google Maps
Consent to display content from Google
Spotify
Consent to display content from Spotify
Sound Cloud
Consent to display content from Sound