fbpx
Kategori, pregnancy, Uncategorized

Mual dan Muntah di awal Kehamilan, bagaimana mengatasinya ?

Mual dan muntah di awal kehamilan adalah kondisi yang umum terjadi.  Keadaan tersebut dapat terjadi kapanpun yaitu di pagi hari, siang, dan malam hari walaupun terkadang disebut sebagai “morning sickness”. Mual dan muntah pada kehamilan tidak membahayakan kondisi janin, namun dapat mempengaruhi kesehatan Ibu, termasuk kemampuan dalam melakukan aktifitas sehari-hari. Bagaimana mengatas
 

Kapan Mual dan Muntah pada Kehamilan dimulai ?

Mual dan muntah pada kehamilan biasanya dimulai pada usia kehamilan 9 minggu. Pada sebagian ibu, gejala tersebut menghilang di usia kehamilan 14 minggu, dan pada sebagian ibu yang lian gejala tersebut bertahan hingga beberapa minggu dan bulan. Pada sebagian kecil ibu lainnya bahkan merasakan gejala mual dan muntah selama kehamilan.

Apa yang terjadi apabila Ibu mengalami mual dan muntah saat hamil ?

Beberapa Ibu merasakan mual dalam waktu yang singkat setiap harinya dan merasakan muntah satu hingga 2 kali. Pada kasus yang lebih berat, ibu dapat merasakan mual dalam beberapa jam, bahkan muntah dengan frekuensi yang lebih sering.

Kondisi apakah yang terjadi pada ibu hamil yang mengalami mual dan muntah yang berat?

Hyperemesis Gravidarum adalah suatu kondisi mual dan muntah berat yang terjadi pada ibu hamil. Hyperemesis Gravidarum terjadi pada 3% kehamilan. Kondisi ini didiagnosa apabila seorang ibu hamil mengalami kehilangan 5% dari berat badannya dan juga mengalami dehidrasi, atau kekurangan cairan pada tubuhnya. Ibu yang mengalami Hyperemesis Gravidarum membutuhkan penanganan segera untuk menghentikan gejala muntah dan mengembalikan cairan tubuh.

Apa saja gejala dehidrasi pada ibu hamil yang mengalami gejala mual dan muntah yang berat?

Mual dan muntah dapat menyebabkan tubuh mengalami kekurangan cairan, apabila cairan di dalam tubuh tidak segera diganti, dapat menyebabkan dehidrasi. Segera hubungi dokter kandungan apabila mengalami gejala di bawah ini :
  • Jumlah kencing yang sedikit dan berwarna gelap
  • Tidak bisa buang air kecil
  • Merasa pusing saat berdiri
  • Detak jantung terasa lebih cepat

Apa saja faktor risiko Hyperemesis Gravidarum ?

Beberapa hal di bawah ini dapat meningkatkan risiko mual dan muntah yang berat pada kehamilan :
  • Hamil dengan janin kembar
  • Riwayat kehamilan sebelumnya dengan gejala mual dan muntah sedang hingga berat
  • Riwayat keluarga (Ibu atau saudara perempuan) dengan gejala berat mual dan muntah
  • Riwayat migrain atau vertigo
  • Hamil dengan janin berjenis kelamin perempuan

Apakah penyebab lainnya dari mual dan muntah pada kehamilan ?

  • Beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan mual dan muntah saat hamil diantaranya adalah :
    • Ulkus (luka pada lambung)
    • Penyakit yang berhubungan dengan jenis makanan
    • Tiroid atau penyakit kantung empedu
Gejala disertai dengan mual dan muntah terjadi pertama kali setelah usia kehamilan 9 minggu
  • Nyeri perut
  • Demam
  • Nyeri kepala
  • Pembesaran kelenjar tiroid (Pembengkakan leher bagian depan)

Apa yang harus dilakukan saat mengalami mual dan muntah pada kehamilan ?

  • Istirahat yang cukup (kelelahan dapat memperberat menyebabkan mual dan muntah)
  • Hindari bau makanan yang memicu terjadinya mual dan muntah
  •  
  • Mengonsumsi vitamin secara rutin
Penelitian menyebutkan bahwa mengonsumsi vitamin kehamilan secara rutin sebelum dan selama hamil, dapat mengurangi risiko mual dan muntah berat pada kehamilan.
  • Mengatur waktu makan
    • Mengonsumsi 5 atau 6 kali cemilan untuk memastikan selalu lambung terisi
  • Mengganti jenis makanan yang di konsumsi
    • Ibu dapat mencari makanan yang dapat mengurangi frekuensi mual dan muntah
  • Mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung jahe
  • Mengonsumsi makanan dengan tinggi karbohidrat dan rendah lemak
  • Mengonsumsi air putih
    • Saat hamil, tubuh membutuhkan jumlah cairan yang lebih banyak, tidak hanya saat ibu haus, namun ibu dapat mengonsumsi 8 hingga 12 gelas per hari

Apabila mual dan muntah terus menerus terjadi, apa yang harus dilakukan ?

  • Segera periksakan diri ke dokter
  • Dokter akan melakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui fungsi hati
  • Jika ibu mengalami dehidrasi maka akan dilakukan prosedur pemasangan infus untuk mengembalikan jumlah cairan yang hilang.
 
 

Referensi :

  1. The American College of Obstetricians and Gynecologist. Morning sickness: Nausea and Vomiting of Pregnancy. December (2021).  https://www.acog.org/womens-health/faqs/morning-sickness-nausea-and-vomiting-of-pregnancy .
  2. National Library of Medicine. Nausea and vomiting of pregnancy. (2013). https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3676933/ .
  3. NHS.Vomiting and morning sickness. April (2021). https://www.nhs.uk/pregnancy/related-conditions/common-symptoms/vomiting-and-morning-sickness/.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Privacy Settings
We use cookies to enhance your experience while using our website. If you are using our Services via a browser you can restrict, block or remove cookies through your web browser settings. We also use content and scripts from third parties that may use tracking technologies. You can selectively provide your consent below to allow such third party embeds. For complete information about the cookies we use, data we collect and how we process them, please check our Privacy Policy
Youtube
Consent to display content from Youtube
Vimeo
Consent to display content from Vimeo
Google Maps
Consent to display content from Google
Spotify
Consent to display content from Spotify
Sound Cloud
Consent to display content from Sound