Kesehatan Anak, Tips

6 Pemeriksaan Skrining Bayi Baru Lahir yang Wajib Diketahui Orang Tua

Kelahiran buah hati adalah momen yang sangat membahagiakan bagi setiap orang tua. Namun di balik kebahagiaan tersebut, ada langkah penting yang tidak boleh dilewatkan, yaitu skrining bayi baru lahir (newborn screening).

Skrining ini bertujuan untuk mendeteksi sejak dini gangguan kesehatan bawaan yang mungkin belum menunjukkan gejala. Dengan deteksi dan penanganan yang cepat, risiko komplikasi serius dapat dicegah, sehingga bayi dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Berikut adalah 6 pemeriksaan skrining bayi baru lahir yang direkomendasikan oleh tenaga medis.

1. Skrining Hipotiroid Kongenital

hipotiroid pada bayi

Apa itu Hipotiroid Kongenital?

Hipotiroid kongenital adalah kondisi ketika bayi mengalami kekurangan hormon tiroid sejak lahir. Padahal, hormon tiroid berperan penting dalam pertumbuhan fisik dan perkembangan otak.

Bagaimana Pemeriksaannya?

Dilakukan dengan mengambil sampel darah dari tumit bayi (heel prick), biasanya saat usia bayi 24–72 jam setelah lahir.

Mengapa Penting?

Tanpa pengobatan, kondisi ini dapat menyebabkan:

  • Keterlambatan perkembangan
  • Gangguan pertumbuhan
  • Disabilitas intelektual permanen

Kabar baiknya, jika terdeteksi dini dan segera diberikan terapi hormon tiroid, bayi dapat tumbuh dan berkembang secara normal.

2. Skrining Penyakit Metabolik Bawaan

penyakit bawaan pada bayik

Skrining ini biasanya menggunakan sampel darah yang sama dari tes tumit. Pemeriksaan ini dapat mendeteksi berbagai gangguan metabolik langka namun serius.

Beberapa penyakit yang dapat terdeteksi antara lain:

a. Fenilketonuria (PKU)

fenilketonuria

Kelainan genetik yang menyebabkan tubuh bayi tidak mampu memecah asam amino fenilalanin. Jika menumpuk, zat ini dapat merusak otak.

Risiko jika tidak ditangani:

  • Keterlambatan perkembangan
  • Disabilitas intelektual
  • Kejang
  • Gangguan perilaku

Penanganan: Diet khusus rendah fenilalanin sejak dini.

b. Galaktosemia

galaktosemia

Gangguan metabolisme yang membuat tubuh bayi tidak mampu memproses galaktosa (gula dalam ASI maupun susu formula).

Gejala awal bisa berupa:

  • Muntah
  • Diare
  • Kuning berat
  • Infeksi serius
  • Gagal tumbuh

Penanganan: Menggunakan susu khusus bebas galaktosa/laktosa.

c. Defisiensi G6PD

g6pd test

Kelainan enzim yang membuat sel darah merah mudah rusak saat terpapar infeksi, obat tertentu, atau makanan tertentu.

Risiko:

  • Anemia hemolitik
  • Kuning berat (hiperbilirubinemia)
  • Komplikasi serius

Deteksi dini membantu orang tua menghindari faktor pemicu yang berbahaya.

d. Gangguan Metabolisme Asam Amino & Asam Lemak

Contohnya:

  • Maple Syrup Urine Disease (MSUD)
  • MCADD (Medium-Chain Acyl-CoA Dehydrogenase Deficiency)

Jika tidak terdeteksi, dapat menyebabkan:

  • Lemas berat
  • Kejang
  • Gangguan kesadaran
  • Bahkan kematian mendadak

Mengapa skrining metabolik penting?
Karena sebagian besar gangguan ini tidak menunjukkan gejala di awal kehidupan, tetapi dapat berakibat fatal jika terlambat ditangani.

3. Skrining Pendengaran Bayi

Skrining pendengaran bayi

Gangguan pendengaran pada bayi tidak selalu terlihat secara kasat mata. Oleh karena itu, skrining ini dianjurkan dilakukan sebelum bayi berusia 1 bulan.

Metode yang Digunakan:

  • OAE (Otoacoustic Emissions) → menilai fungsi koklea (rumah siput).
  • AABR (Automated Auditory Brainstem Response) → menilai respons saraf pendengaran hingga batang otak.

Manfaat Deteksi Dini:

Jika gangguan terdeteksi sebelum usia 6 bulan, intervensi seperti alat bantu dengar dan terapi wicara dapat segera dilakukan untuk mendukung perkembangan bicara dan bahasa anak.

4. Skrining Penyakit Jantung Bawaan Kritis (CCHD)

 Skrining Penyakit Jantung Bawaan Kritis (CCHD)

Tidak semua kelainan jantung bawaan dapat langsung terlihat setelah lahir.

Cara Pemeriksaan:

Menggunakan pulse oximeter untuk mengukur kadar oksigen dalam darah bayi melalui tangan dan kaki.

Tujuan:

Mendeteksi Critical Congenital Heart Disease (CCHD) yang membutuhkan penanganan segera.

Deteksi dini dapat menyelamatkan nyawa bayi dan mencegah kondisi darurat yang tidak terduga.

5. Skrining Ikterus (Kuning pada Bayi)

Ikterus atau kuning pada bayi baru lahir cukup sering terjadi. Namun kadar bilirubin yang terlalu tinggi dapat berbahaya.

Pemeriksaan Dilakukan Dengan:

  • Transcutaneous bilirubin meter
  • Tes darah bila diperlukan

Jika kadar bilirubin sangat tinggi, bayi mungkin memerlukan fototerapi (terapi sinar) untuk mencegah kernikterus (kerusakan otak permanen).

6. Pemeriksaan Fisik Lengkap Bayi Baru Lahir

Selain skrining laboratorium, dokter juga melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh, meliputi:

  • Berat badan, panjang badan, lingkar kepala
  • Refleks bayi (Moro, hisap, genggam)
  • Pemeriksaan kepala dan wajah
  • Pemeriksaan jantung dan paru
  • Pemeriksaan organ genital
  • Pemeriksaan tulang belakang
  • Deteksi tanda infeksi atau kelainan bawaan

Pemeriksaan ini memastikan bayi dalam kondisi sehat dan tidak memiliki kelainan struktural.

Mengapa Skrining Bayi Baru Lahir Tidak Boleh Dilewatkan?

Sebagian besar penyakit bawaan tidak langsung menunjukkan gejala saat bayi lahir. Tanpa skrining, kondisi tersebut mungkin baru diketahui setelah muncul komplikasi berat.

Dengan melakukan skrining bayi baru lahir, orang tua mendapatkan:

✅ Kepastian kondisi kesehatan bayi
✅ Deteksi dini gangguan bawaan
✅ Penanganan cepat dan tepat
✅ Pencegahan komplikasi jangka panjang

Skrining bukan berarti bayi sakit, tetapi merupakan langkah preventif untuk memastikan tumbuh kembang optimal.

Kapan Skrining Bayi Baru Lahir Dilakukan?

Sebagian besar skrining dilakukan dalam 24 – 72 jam pertama setelah kelahiran. Namun, beberapa pemeriksaan mungkin perlu diulang sesuai rekomendasi dokter anak.

Pastikan si kecil mendapatkan skrining lengkap sejak hari pertama kehidupannya. Konsultasikan jadwal skrining bayi baru lahir bersama dokter anak di KMNC (Kosambi Maternal and Children) dan berikan perlindungan terbaik untuk tumbuh kembang optimalnya.

Ibu dapat melakukan appointment melalui fitur chat WhatsApp atau mengunjungi website resmi KMNC di kmnc.co.id untuk informasi lengkap mengenai layanan serta promo menarik lainnya.

Sumber:


dr. Hanna Khairat, Sp.A

dr.Hanna Khairat,Sp.A adalah dokter spesialis anak di KMNC Graha Raya dan BSD. Sebagai dokter anak, dr.Hanna Khairat,Sp.A percaya bahwa setiap anak memiliki ritme tumbuh kembangnya sendiri.Ia selalu berupaya menciptakan suasana konsultasi yang nyaman bagi anak dan orang tua, sambil memberikan edukasi yang mudah dipahami seputar imunisasi, nutrisi, serta tumbuh kembang anak.Pendekatan yang sabar dan komunikatif menjadikan dr. Nadia sosok dokter yang dipercaya banyak keluarga.

dr. Hanna Khairat, Sp.A adalah dokter spesialis anak yang berpengalaman dalam menangani kesehatan bayi, balita, dan anak secara menyeluruh. Dengan pendekatan yang ramah, sabar, dan komunikatif, dr. Hanna berkomitmen memberikan pelayanan medis yang aman, nyaman, serta edukatif bagi anak dan orang tua.

Beliau fokus mendampingi tumbuh kembang anak sejak usia dini, membantu pencegahan dan penanganan berbagai masalah kesehatan anak, serta memberikan edukasi yang mudah dipahami agar orang tua merasa lebih tenang dan percaya diri dalam merawat buah hati.

Educational Background:
1. Exchange Program, Department of Orthopedics, Santa Maria
Della Misericordia Hospital, Perugia,
Italy. (2013)
2. Medical Doctor, Andalas University (2014)
3. Pediatric Residency, University of Indonesia (2023)

Keahlian & Layanan Medis
1. Konsultasi kesehatan bayi, balita, dan anak
2. Pemantauan tumbuh kembang anak
3. Imunisasi anak sesuai jadwal
4. Penanganan penyakit umum pada anak
5. Konsultasi nutrisi dan status gizi anak
6. Edukasi kesehatan anak dan parenting
7. Pemeriksaan kesehatan anak rutin
8. Konsultasi tindak lanjut pasca sakit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Privacy Settings
We use cookies to enhance your experience while using our website. If you are using our Services via a browser you can restrict, block or remove cookies through your web browser settings. We also use content and scripts from third parties that may use tracking technologies. You can selectively provide your consent below to allow such third party embeds. For complete information about the cookies we use, data we collect and how we process them, please check our Privacy Policy
Youtube
Consent to display content from - Youtube
Vimeo
Consent to display content from - Vimeo
Google Maps
Consent to display content from - Google
Spotify
Consent to display content from - Spotify
Sound Cloud
Consent to display content from - Sound