JAKARTA — Keinginan memiliki anak yang sehat dengan tumbuh kembang optimal tentu menjadi harapan banyak orang tua. Tak sedikit pula yang mulai memikirkan bagaimana mendukung perkembangan otak dan kecerdasan anak bahkan sejak masih berada di dalam kandungan.
Pertanyaannya, benarkah kecerdasan anak bisa didukung sejak dalam kandungan?
Jawabannya, perkembangan otak janin memang sudah berlangsung sejak masa kehamilan. Karena itu, kondisi kesehatan ibu, kecukupan nutrisi, serta lingkungan kehamilan menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin.
Namun, kecerdasan anak tidak ditentukan oleh satu jenis makanan, susu, vitamin, maupun produk tertentu. Faktor genetik, kesehatan, nutrisi, stimulasi, serta lingkungan setelah anak lahir juga memiliki peran dalam proses tumbuh kembangnya.
Hal tersebut sejalan dengan pesan dr. Zakiah Tourik, Sp.OG, dokter spesialis obstetri dan ginekologi KMNC, yang membagikan sejumlah hal yang dapat dilakukan ibu untuk mendukung perkembangan anak sejak dalam kandungan melalui akun Instagram pribadinya @zakiah.obgyn.
Menurut dr. Zakiah, fokus utama selama kehamilan bukan mencari satu makanan yang dianggap mampu membuat anak cerdas, melainkan memastikan kebutuhan nutrisi ibu dan janin terpenuhi dengan baik.
1. Konsumsi Asam Folat Sejak Sebelum Hamil

Asam folat menjadi salah satu nutrisi penting yang perlu diperhatikan bahkan sebelum kehamilan terjadi. Menurut dr. Zakiah, konsumsi asam folat sejak sebelum kehamilan hingga trimester pertama merupakan salah satu langkah penting untuk mendukung perkembangan sistem saraf janin serta membantu menurunkan risiko cacat tabung saraf.
Cacat tabung saraf merupakan kelainan serius yang terjadi pada perkembangan otak dan tulang belakang janin. Karena proses pembentukan struktur tersebut berlangsung sangat awal dalam kehamilan, pemenuhan kebutuhan folat sejak sebelum hamil menjadi penting.
Namun, konsumsi asam folat sebaiknya tidak dilakukan secara sembarangan. Kebutuhan setiap ibu dapat berbeda berdasarkan kondisi kesehatan dan faktor risiko masing-masing. Karena itu, jenis serta dosis suplemen sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter.
Dengan kata lain, persiapan kehamilan tidak hanya dimulai setelah hasil test pack menunjukkan dua garis, tetapi idealnya sudah dilakukan sejak pasangan merencanakan kehamilan.
2. Minum Susu Selama Hamil untuk Membantu Memenuhi Nutrisi

Selama kehamilan, kebutuhan berbagai zat gizi meningkat untuk mendukung kesehatan ibu sekaligus pertumbuhan janin. Salah satu yang disampaikan dr. Zakiah adalah konsumsi susu selama kehamilan sebagai bagian dari upaya membantu memenuhi kebutuhan nutrisi.
Susu dapat menjadi salah satu sumber protein dan sejumlah mikronutrien, termasuk kalsium, vitamin, serta mineral tertentu. Namun, susu bukan satu-satunya sumber nutrisi yang dibutuhkan selama kehamilan.
Pola makan tetap perlu dibuat beragam dengan mengkombinasikan sumber protein, sayur, buah, biji-bijian, serta makanan lain yang kaya zat gizi.
Artinya, minum susu sebaiknya dilihat sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang, bukan sebagai satu-satunya cara memenuhi kebutuhan nutrisi ibu dan janin.
Bagi ibu yang memiliki alergi, intoleransi laktosa, atau kondisi medis tertentu, pilihan sumber nutrisi dapat didiskusikan dengan dokter atau ahli gizi.
3. Konsumsi Ikan Laut, Pilih yang Rendah Merkuri

Ikan laut juga dapat menjadi pilihan makanan selama kehamilan. Ikan menyediakan protein serta berbagai nutrisi penting, termasuk asam lemak omega-3 seperti DHA dan EPA. Nutrisi tersebut berperan dalam perkembangan otak dan sistem saraf. FDA menyebutkan bahwa ikan merupakan sumber nutrisi yang mendukung perkembangan otak anak dan terdapat bukti ilmiah moderat bahwa konsumsi ikan selama kehamilan dapat membantu perkembangan kognitif bayi.
Meski demikian, tidak semua jenis ikan sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah yang sama selama kehamilan.
Ibu hamil dianjurkan memilih ikan yang rendah merkuri. FDA dan EPA merekomendasikan ibu hamil mengkonsumsi sekitar 8–12 ons atau sekitar 225–340 gram ikan per minggu dari berbagai jenis ikan yang rendah merkuri.
Beberapa pilihan ikan rendah merkuri yang tercantum dalam rekomendasi tersebut antara lain salmon, sarden, ikan lele, cod, udang, tilapia, dan trout.
Sebaliknya, beberapa jenis ikan dengan kadar merkuri tinggi perlu dihindari selama kehamilan, termasuk hiu, swordfish, king mackerel, marlin, orange roughy, serta tuna mata besar.
Selain memperhatikan jenis ikan, cara pengolahannya juga penting. Ibu hamil dianjurkan mengkonsumsi ikan yang telah dimasak dengan baik dan menghindari ikan mentah untuk mengurangi risiko infeksi akibat bakteri atau parasit.
4. Jangan Abaikan Anemia Selama Kehamilan
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah anemia, khususnya anemia akibat kekurangan zat besi.
Selama kehamilan, kebutuhan zat besi meningkat. Zat besi berperan dalam pembentukan hemoglobin yang membawa oksigen ke seluruh tubuh, termasuk mendukung kebutuhan ibu dan janin.
Karena itu, anemia selama kehamilan perlu dicegah dan ditangani dengan tepat.
Dalam materi yang dibagikan dr. Zakiah, kekurangan zat besi selama kehamilan perlu dihindari karena dapat mengganggu pemenuhan kebutuhan oksigen dan nutrisi janin. Kondisi tersebut dapat berdampak pada pertumbuhan janin dan perkembangan otaknya.
Ibu hamil sebaiknya melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin agar kondisi seperti anemia dapat diketahui lebih awal. Jika ditemukan anemia, dokter dapat menentukan penyebab dan memberikan penanganan yang sesuai, termasuk menentukan kebutuhan suplementasi zat besi.
Kecerdasan Anak Tidak Ditentukan oleh Satu Makanan
Di tengah banyaknya informasi mengenai makanan yang disebut dapat membuat anak menjadi lebih cerdas, orang tua perlu memahami bahwa tidak ada satu jenis makanan atau produk yang secara tunggal menentukan kecerdasan seorang anak.
Pesan ini juga ditekankan dr. Zakiah melalui akun Instagram pribadinya.
“Faktanya: kecerdasan anak tidak ditentukan oleh satu produk atau satu makanan saja ya moms dan pastinya lingkungan yang mendukung tumbuh kembangnya sejak dalam kandungan.”
Pesan tersebut penting karena pemenuhan nutrisi selama kehamilan sebaiknya tidak diarahkan pada pencarian satu “makanan ajaib”.
Sebaliknya, ibu perlu memastikan pola makan sehari-hari beragam dan bergizi, kebutuhan vitamin serta mineral tercukupi, melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin, dan menghindari berbagai faktor yang dapat mengganggu kesehatan ibu maupun janin.
Nutrisi Ibu Hamil Adalah Investasi untuk Tumbuh Kembang Janin
Perkembangan otak janin merupakan proses kompleks yang berlangsung sepanjang kehamilan. Karena itu, pemenuhan nutrisi tidak bisa hanya dilakukan pada satu periode atau mengandalkan satu jenis makanan.
Pola makan yang beragam dapat membantu menyediakan berbagai zat gizi yang dibutuhkan ibu dan janin. Selain ikan, misalnya, sumber protein, sayur, buah, kacang-kacangan, biji-bijian, dan produk susu dapat menjadi bagian dari pola makan sehat selama kehamilan sesuai kebutuhan masing-masing ibu.
FDA juga menekankan bahwa manfaat ikan selama kehamilan perlu dilihat sebagai bagian dari pola makan sehat secara keseluruhan, bukan sebagai satu-satunya sumber nutrisi untuk mendukung perkembangan anak.
Dengan demikian, fokus ibu hamil sebaiknya bukan sekadar mencari makanan yang dianggap mampu “mencerdaskan” anak, tetapi memastikan kebutuhan nutrisi terpenuhi secara menyeluruh dan konsisten.
Lingkungan Juga Berperan dalam Tumbuh Kembang Anak
Mendukung perkembangan anak juga tidak berhenti pada pemenuhan nutrisi selama kehamilan.
Setelah lahir, anak akan terus mengalami perkembangan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pola pengasuhan, stimulasi, interaksi dengan orang tua, kualitas lingkungan, kesehatan, serta pemenuhan kebutuhan nutrisi pada setiap tahap pertumbuhan.
Karena itu, kehamilan dapat dipandang sebagai salah satu tahap awal dalam perjalanan panjang tumbuh kembang anak.
Apa yang dilakukan ibu selama kehamilan memang penting, tetapi tidak dapat berdiri sendiri dalam menentukan kecerdasan anak di masa depan.
Pesan Dokter: Utamakan Pola Makan Bergizi dan Kebutuhan Nutrisi

Pada akhirnya, pertanyaan mengenai apakah kecerdasan anak bisa didukung sejak dalam kandungan memiliki jawaban yang lebih kompleks daripada sekadar memilih makanan tertentu.
Perkembangan otak janin memang dapat didukung melalui pemenuhan nutrisi dan pemeliharaan kesehatan ibu selama kehamilan. Namun, kecerdasan anak tidak ditentukan oleh satu makanan, susu, vitamin, atau produk tertentu.
Seperti pesan dr. Zakiah kepada para ibu:
“Yang terpenting adalah pola makan yang bergizi, dan kebutuhan nutrisi yang tercukupi.”
Karena itu, ibu hamil tidak perlu terjebak pada anggapan bahwa ada satu makanan yang dapat membuat anak otomatis menjadi cerdas.
Yang lebih penting adalah membangun kebiasaan sehat sejak masa persiapan kehamilan, memenuhi kebutuhan nutrisi, mengonsumsi suplemen sesuai rekomendasi dokter, memilih makanan yang aman selama kehamilan, serta melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin.
Dengan pendekatan tersebut, ibu tidak hanya berupaya mendukung perkembangan otak janin, tetapi juga menjaga kesehatan dirinya dan mendukung tumbuh kembang janin secara keseluruhan.
Saatnya Dapatkan Pendampingan yang Tepat untuk Perjalanan Kehamilan Ibu
Setiap kehamilan memiliki cerita dan kebutuhan yang berbeda. Jika Ibu masih memiliki pertanyaan seputar nutrisi kehamilan, perkembangan janin, persiapan kehamilan, maupun kesehatan kandungan, jangan ragu untuk mendapatkan informasi langsung dari ahlinya
Zakiah Tourik, Sp.OG saat ini berpraktik di KMNC Haji Nawi dan siap mendampingi Ibu melalui konsultasi sesuai dengan kondisi dan kebutuhan medis. Ingin berkonsultasi langsung dengan dr. Zakiah? Hubungi Bumin melalui whatsapp untuk mendapatkan informasi jadwal praktik dan melakukan appointment.
Ibu juga dapat mengunjungi website resmi KMNC untuk mengetahui lebih lengkap mengenai layanan kesehatan ibu dan anak, informasi dokter, serta berbagai promo menarik dari KMNC.
Pendaftaran dan informasi:
WhatsApp: 0811-1028-232
Website resmi KMNC
