Edukasi Ibu Hamil

Vaksin Influenza dan Tdap untuk Ibu Hamil: Manfaat, Keamanan, dan Waktu Pemberian

Kehamilan bukan hanya masa ketika ibu perlu menjaga asupan nutrisi dan menjalani pemeriksaan rutin. Perlindungan terhadap penyakit infeksi juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan ibu sekaligus mendukung keselamatan bayi sejak dalam kandungan.

Dua vaksin yang perlu diketahui ibu hamil adalah vaksin influenza dan Tdap (tetanus, diphtheria, and acellular pertussis), yaitu vaksin untuk membantu melindungi dari influenza, tetanus, difteri, dan pertusis atau batuk rejan. Kedua vaksin ini memiliki manfaat yang berbeda, termasuk membantu memberikan perlindungan kepada bayi pada awal kehidupannya.

Menurut rekomendasi imunisasi ibu hamil POGI–HKFM 2026, vaksin influenza inaktif dapat diberikan pada semua trimester kehamilan, sedangkan vaksin Tdap sangat dianjurkan pada usia kehamilan 27–36 minggu. Jadwal pemberian tetap perlu dikonsultasikan dengan dokter berdasarkan kondisi kesehatan dan riwayat imunisasi ibu.

Lantas, apa manfaat vaksin influenza dan Tdap selama kehamilan, bagaimana keamanannya, dan kapan waktu yang tepat untuk mendapatkannya?

Mengapa Vaksinasi Penting Selama Kehamilan?

Selama kehamilan, tubuh mengalami perubahan pada sistem kekebalan, pernapasan, dan kardiovaskular. Perubahan tersebut dapat meningkatkan risiko komplikasi akibat infeksi tertentu, termasuk influenza.

Sementara itu, bayi baru lahir memiliki sistem kekebalan yang belum matang. Pada beberapa bulan pertama kehidupannya, bayi juga belum menyelesaikan rangkaian imunisasi rutin untuk memperoleh perlindungan terhadap berbagai penyakit.

Vaksinasi selama kehamilan dapat membantu mengatasi sebagian risiko tersebut melalui dua mekanisme. Pertama, vaksin membantu membentuk respons kekebalan pada ibu. Kedua, antibodi yang terbentuk dapat ditransfer melalui plasenta kepada janin sehingga memberikan perlindungan pasif setelah bayi lahir.

Perlindungan ini tidak menggantikan imunisasi rutin bayi. Namun, vaksinasi maternal dapat membantu melindungi bayi pada masa awal kehidupan, ketika risiko komplikasi akibat penyakit tertentu masih tinggi.

1. Vaksin Influenza: Membantu Melindungi Ibu dan Bayi dari Flu Berat

Influenza merupakan infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus influenza. Penyakit ini berbeda dari selesma atau pilek biasa karena dapat menimbulkan komplikasi serius, terutama pada kelompok yang berisiko tinggi, termasuk ibu hamil.

Mengapa vaksin influenza penting bagi ibu hamil?

Influenza selama kehamilan dapat meningkatkan risiko penyakit berat dan rawat inap. Perubahan fisiologis selama kehamilan membuat tubuh ibu lebih rentan mengalami komplikasi akibat infeksi tersebut.

Gejala influenza dapat berupa demam, batuk, nyeri tenggorokan, nyeri otot, sakit kepala, dan kelelahan. Pada sebagian pasien, infeksi dapat berkembang menjadi komplikasi seperti pneumonia.

Infeksi influenza dan demam selama kehamilan juga telah dikaitkan dengan sejumlah luaran kehamilan yang kurang baik. Namun, risiko setiap kondisi berbeda-beda dan tidak berarti semua ibu hamil yang terkena influenza akan mengalami komplikasi.

Karena itu, pencegahan melalui vaksinasi menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko penyakit influenza yang berat.

Apa manfaat vaksin influenza selama kehamilan?

Vaksin influenza memberikan beberapa manfaat, antara lain:

  • Membantu melindungi ibu dari influenza berat. Vaksinasi dapat menurunkan risiko influenza dan komplikasi yang berkaitan dengan infeksi tersebut.
  • Membantu memberikan perlindungan kepada bayi. Antibodi ibu dapat ditransfer melalui plasenta dan membantu melindungi bayi setelah lahir.
  • Mendukung perlindungan pada masa awal kehidupan bayi. Bayi berusia di bawah enam bulan belum dapat menerima vaksin influenza, sehingga antibodi maternal menjadi salah satu bentuk perlindungan pada periode tersebut.

Besarnya perlindungan vaksin dapat berbeda berdasarkan musim, jenis virus yang beredar, karakteristik individu, dan kecocokan komponen vaksin dengan virus yang bersirkulasi. Oleh karena itu, angka efektivitas vaksin perlu dipahami sesuai konteks penelitian yang mendasarinya.

Kapan vaksin influenza diberikan saat hamil?

Berdasarkan rekomendasi POGI–HKFM 2026, vaksin influenza inaktif dapat diberikan pada semua trimester kehamilan. CDC juga menyatakan bahwa vaksin influenza yang sesuai untuk ibu hamil dapat diberikan pada trimester berapa pun.

Jenis vaksin perlu diperhatikan. Ibu hamil dianjurkan menggunakan vaksin influenza inaktif atau jenis lain yang dinyatakan sesuai dalam pedoman yang berlaku. Vaksin influenza hidup yang diberikan melalui semprotan hidung tidak direkomendasikan selama kehamilan.

Waktu pemberian sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter agar disesuaikan dengan kondisi kehamilan, ketersediaan vaksin, serta rekomendasi imunisasi yang berlaku di Indonesia.

2. Vaksin Tdap: Perlindungan Penting terhadap Batuk Rejan pada Bayi

Tdap adalah vaksin kombinasi yang membantu melindungi terhadap tiga penyakit, yaitu tetanus, difteri, dan pertussis. Pertusis dikenal sebagai batuk rejan, yaitu infeksi saluran pernapasan yang sangat menular dan dapat menimbulkan komplikasi berat pada bayi.

Bayi baru lahir, terutama pada bulan-bulan pertama kehidupannya, memiliki risiko lebih tinggi mengalami pertusis berat. Kondisi ini dapat menyebabkan serangan batuk berkepanjangan, kesulitan bernapas, pneumonia, hingga komplikasi yang mengancam jiwa.

Bagaimana vaksin Tdap melindungi bayi?

Setelah ibu menerima vaksin Tdap, tubuhnya membentuk antibodi terhadap penyakit yang menjadi sasaran vaksin. Sebagian antibodi tersebut dapat melewati plasenta dan memberikan perlindungan pasif kepada bayi setelah lahir.

Perlindungan ini penting karena imunisasi rutin yang mengandung komponen pertusis pada bayi baru dimulai setelah bayi berusia dua bulan sesuai jadwal imunisasi yang berlaku. Dengan vaksinasi selama kehamilan, bayi dapat memperoleh perlindungan awal sebelum rangkaian imunisasinya dimulai.

Menurut CDC, vaksinasi Tdap pada trimester ketiga dikaitkan dengan penurunan risiko pertusis pada bayi berusia di bawah dua bulan sebesar 78%. Penelitian CDC juga melaporkan efektivitas sebesar 91% terhadap kasus pertusis yang memerlukan perawatan di rumah sakit pada kelompok bayi tersebut.

Angka tersebut merupakan hasil penelitian pada populasi dan luaran tertentu, sehingga tidak dapat diartikan sebagai jaminan bahwa bayi akan sepenuhnya terhindar dari pertusis.

Kapan vaksin Tdap sebaiknya diberikan?

Vaksin Tdap direkomendasikan pada setiap kehamilan, umumnya pada usia kehamilan 27–36 minggu. Pemberian sedini mungkin dalam rentang tersebut membantu mengoptimalkan pembentukan dan transfer antibodi kepada bayi sebelum persalinan.

Rekomendasi pada setiap kehamilan tetap berlaku meskipun ibu pernah menerima vaksin Tdap pada kehamilan sebelumnya. Hal ini karena kadar antibodi dapat menurun seiring waktu, sehingga setiap bayi memerlukan kesempatan memperoleh perlindungan optimal dari antibodi maternal.

Jika ibu belum menerima vaksin Tdap selama kehamilan, konsultasikan dengan dokter mengenai langkah yang sesuai. Pemberian vaksin setelah persalinan tidak memberikan transfer antibodi melalui plasenta kepada bayi, sehingga tidak sepenuhnya menggantikan manfaat vaksinasi selama kehamilan.

3. Mengenal Penyakit yang Dicegah oleh Vaksin Tdap

Vaksin Tdap membantu melindungi terhadap tiga penyakit yang memiliki karakteristik dan risiko berbeda.

  • Difteri

Difteri merupakan infeksi bakteri yang dapat menyerang saluran pernapasan dan menghasilkan racun yang merusak jaringan tubuh. Penyakit ini dapat menyebabkan terbentuknya selaput tebal di tenggorokan, kesulitan bernapas, serta komplikasi pada jantung dan sistem saraf.

Difteri dapat menjadi penyakit yang mengancam jiwa apabila tidak ditangani secara tepat.

  • Pertusis atau batuk rejan

Pertusis adalah infeksi bakteri pada saluran pernapasan yang sangat mudah menular. Penyakit ini dapat menyebabkan serangan batuk berulang, muntah setelah batuk, dan kesulitan bernapas.

Pada bayi, gejala pertusis tidak selalu berupa batuk khas. Sebagian bayi dapat mengalami henti napas atau apnea sehingga membutuhkan penanganan medis segera.

  • Tetanus

Tetanus merupakan penyakit akibat racun yang dihasilkan bakteri Clostridium tetani. Racun tersebut menyerang sistem saraf dan dapat menyebabkan kekakuan serta kejang otot.

Tetanus tidak menular dari orang ke orang. Namun, infeksi dapat terjadi ketika bakteri masuk melalui luka yang terkontaminasi. Tetanus pada bayi baru lahir juga dapat terjadi dalam kondisi tertentu, terutama ketika perawatan tali pusat tidak higienis dan ibu tidak memiliki perlindungan antibodi yang memadai.

Vaksinasi merupakan salah satu langkah utama untuk mencegah penyakit-penyakit tersebut. Meski demikian, vaksin Tdap tidak menggantikan perawatan luka yang tepat, persalinan yang aman, maupun praktik perawatan tali pusat yang bersih.

4. Apakah Vaksin Influenza dan Tdap Aman untuk Ibu Hamil?

Vaksin influenza inaktif dan Tdap direkomendasikan untuk ibu hamil sesuai pedoman imunisasi yang berlaku. Bukti penelitian dan pemantauan keamanan mendukung penggunaan kedua vaksin tersebut selama kehamilan.

Vaksin influenza inaktif tidak mengandung virus influenza hidup yang dapat menyebabkan influenza. Sementara itu, Tdap merupakan vaksin yang menggunakan komponen antigen untuk merangsang pembentukan kekebalan, bukan bakteri pertusis hidup yang dapat menyebabkan penyakit.

Efek samping yang umum setelah vaksinasi biasanya ringan dan sementara, seperti:

  • Nyeri, kemerahan, atau bengkak pada lokasi suntikan.
  • Kelelahan.
  • Sakit kepala.
  • Demam ringan atau rasa tidak nyaman.

Efek samping dapat berbeda pada setiap individu. Reaksi alergi berat memang jarang terjadi, tetapi tetap perlu diperhatikan.

Sebelum vaksinasi, sampaikan kepada dokter apabila memiliki riwayat reaksi alergi berat terhadap vaksin atau komponennya, pernah mengalami reaksi serius setelah imunisasi, atau sedang mengalami kondisi kesehatan tertentu. Dokter akan mengevaluasi apakah vaksin dapat diberikan dan menentukan langkah yang sesuai.

Tidak ada intervensi medis yang dapat menjamin risiko nol. Namun, bukti yang tersedia mendukung manfaat vaksinasi influenza dan Tdap selama kehamilan untuk mengurangi risiko penyakit tertentu pada ibu dan membantu melindungi bayi pada awal kehidupannya.

5. Bisakah Vaksin Influenza dan Tdap Diberikan Bersamaan?

Dalam kondisi yang sesuai, vaksin influenza dan Tdap dapat diberikan pada kunjungan yang sama. Keputusan mengenai pemberian bersamaan tetap perlu mempertimbangkan jenis vaksin, riwayat imunisasi, kondisi kesehatan, dan rekomendasi tenaga medis.

Jika kedua vaksin diberikan pada waktu yang berbeda, dokter dapat membantu menyusun jadwal agar ibu memperoleh perlindungan yang dibutuhkan sesuai usia kehamilan.

Selain vaksinasi, ibu hamil juga perlu menerapkan langkah pencegahan infeksi, seperti mencuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan, menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit, dan segera berkonsultasi jika mengalami gejala yang mengkhawatirkan.

6. Apakah Bayi Tetap Perlu Mendapatkan Imunisasi Setelah Lahir?

Ya. Perlindungan antibodi dari ibu selama kehamilan bersifat pasif dan akan berkurang seiring waktu. Karena itu, vaksinasi ibu tidak menggantikan imunisasi rutin bayi.

Orang tua perlu mengikuti jadwal imunisasi yang berlaku dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai vaksin yang dibutuhkan bayi. Anggota keluarga dan pengasuh yang sering berinteraksi dengan bayi juga perlu memastikan status imunisasinya sesuai rekomendasi.

Langkah tersebut membantu membangun perlindungan berlapis bagi bayi selama masa pertumbuhan.

Konsultasikan Vaksinasi Kehamilan dengan Dokter di KMNC

Vaksinasi selama kehamilan merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan ibu sekaligus membantu memberikan perlindungan kepada bayi sejak awal kehidupannya. Vaksin influenza dan Tdap memiliki sasaran perlindungan yang berbeda, tetapi keduanya dapat berperan penting dalam mengurangi risiko penyakit tertentu pada masa kehamilan dan setelah persalinan.

Ibu hamil sebaiknya mendiskusikan riwayat imunisasi, usia kehamilan, kondisi kesehatan, dan pilihan vaksin dengan dokter untuk menentukan jadwal yang sesuai.

KMNC menyediakan layanan kesehatan ibu dan anak. Untuk memperoleh informasi mengenai konsultasi dokter kandungan, ketersediaan vaksin, lokasi layanan, dan jadwal pemeriksaan, hubungi tim KMNC melalui WhatsApp di 08111028232 atau kunjungi situs resmi kmnc.co.id.

Ketersediaan vaksin dan layanan dapat berbeda di setiap cabang. Konfirmasikan terlebih dahulu sebelum datang.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

1. Apakah vaksin influenza aman untuk ibu hamil?

Vaksin influenza inaktif direkomendasikan selama kehamilan dan dapat diberikan pada trimester berapa pun. Jenis vaksin dan waktu pemberiannya perlu disesuaikan dengan pedoman yang berlaku serta kondisi ibu.

2. Kapan vaksin Tdap diberikan selama kehamilan?

Vaksin Tdap umumnya direkomendasikan pada usia kehamilan 27–36 minggu, sedini mungkin dalam rentang tersebut, untuk membantu mengoptimalkan transfer antibodi kepada bayi.

3. Mengapa vaksin Tdap perlu diberikan pada setiap kehamilan?

Kadar antibodi ibu dapat menurun seiring waktu. Pemberian Tdap pada setiap kehamilan membantu setiap bayi memperoleh perlindungan antibodi yang optimal pada awal kehidupannya.

4. Apakah vaksin influenza dan Tdap bisa diberikan bersamaan?

Keduanya dapat diberikan pada kunjungan yang sama dalam kondisi yang sesuai. Konsultasikan dengan dokter untuk memastikan jadwal dan jenis vaksin yang tepat.

5. Apakah vaksinasi ibu hamil menggantikan imunisasi bayi?

Tidak. Antibodi dari ibu memberikan perlindungan pasif yang bersifat sementara. Bayi tetap perlu mendapatkan imunisasi rutin sesuai jadwal yang berlaku.

6. Apakah ibu hamil yang pernah menerima vaksin Tdap tetap perlu mendapatkannya pada kehamilan berikutnya?

Secara umum, Tdap direkomendasikan pada setiap kehamilan, termasuk jika ibu pernah menerimanya pada kehamilan sebelumnya. Tujuannya adalah membantu memberikan perlindungan antibodi yang optimal kepada setiap bayi.

Referensi

  1. Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) dan Himpunan Kedokteran Fetomaternal (HKFM). Rekomendasi Imunisasi Ibu Hamil POGI-HKFM 2026. https://www.pogi.or.id/r/180/Peluncuran%20Rekomendasi%20Imunisasi%20Ibu%20Hamil%20POGI-HKFM%202026
  2. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Flu Vaccine Safety and Pregnancy. https://www.cdc.gov/flu/vaccine-safety/vaccine-pregnant.html
  3. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Vaccinating Pregnant Patients. https://www.cdc.gov/pertussis/hcp/vaccine-recommendations/vaccinating-pregnant-patients.html
  4. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Guidelines for Vaccinating Pregnant Women. https://www.cdc.gov/vaccines-pregnancy/hcp/vaccination-guidelines/index.html
  5. American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). Maternal Immunizations. https://www.acog.org/clinical/clinical-guidance/committee-statement/articles/2026/02/maternal-immunizations

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Privacy Settings
We use cookies to enhance your experience while using our website. If you are using our Services via a browser you can restrict, block or remove cookies through your web browser settings. We also use content and scripts from third parties that may use tracking technologies. You can selectively provide your consent below to allow such third party embeds. For complete information about the cookies we use, data we collect and how we process them, please check our Privacy Policy
Youtube
Consent to display content from - Youtube
Vimeo
Consent to display content from - Vimeo
Google Maps
Consent to display content from - Google
Spotify
Consent to display content from - Spotify
Sound Cloud
Consent to display content from - Sound