kehamilan, Tips

5 Cara Meredakan Mual saat Hamil

Penyesuaian kadar hormon dalam tubuh selama kehamilan dapat menyebabkan mual dan muntah pada ibu hamil (bumil), hal ini disebut dengan istilah morning sickness, Meskipun sering muncul di waktu pagi, gejala ini juga dapat terjadi kapan saja sepanjang hari. Tentu terkadang Bumil merasa khawatir dengan gejala ini, apakah wajar? Berikut kita bahas sekilas, kenapa sih Bumil merasakan gejala tertentu dan bagaimana cara meredakan mual saat hamil?

Biasanya kapan sih Bumil merasa mual?

Selama trimester pertama kehamilan, antara usia 4 hingga 10 minggu, ibu hamil sering mengalami mual, muntah, dan menunjukan ketidaksukaan atau keinginan terhadap hal tertentu, bahkan terlalu sensitif. Mengapa hal tersebut terjadi?

Di awal kehamilan, tubuh bumil mengalami berbagai perubahan sebagai respons terhadap peningkatan hormon-hormon yang berkaitan dengan kehamilan. Kenaikan kadar estrogen dan human chorionic gonadotropin (hCG) dapat memicu mual dan muntah selama beberapa bulan pertama kehamilan. Selain itu, peningkatan hormon progesteron juga berkontribusi pada rasa lelah, mengantuk, dan lemas yang sering dialami oleh ibu hamil.

Dalam kasus tertentu apabila merasa kondisi tidak wajar, bumil bisa juga mengalami komplikasi yang dikenal sebagai hiperemesis gravidarum. Kondisi ini ditandai oleh mual dan muntah yang berlebihan dan dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Pada umumnya, gejala ini akan mereda sebelum memasuki trimester kedua, yaitu sebelum usia kehamilan mencapai 20 minggu.

Nah perlu kita ketahui bahwa terdapat perbedaan pada morning sickness dan hiperemesis gravidarum meskipun memiliki gejala yang sama, yaitu pada tingkat keparahan, frekuensi, dan dampak kesehatan terhadap ibu dan janin. Kondisi umum yang sering dialami oleh bumil, yaitu morning sickness dengan gejala yang lebih ringan. Sementara hiperemesis gravidarum merupakan gejala lebih serius dan lebih parah sehingga memerlukan perhatian medis.

Perasaan rentan Bumil

Hormon hCG mencapai kadar tertingginya di pagi hari, sehingga banyak ibu hamil mengalami mual yang lebih parah saat bangun tidur atau di pagi hari. Secara umum, kadar hCG akan mulai menurun secara bertahap setelah memasuki usia kehamilan 12 hingga 14 minggu.

Banyaknya periode penyesuaian bumil antara aktivitas dan perubahan fisik, peningkatan hormon juga berpengaruh pada aspek psikologis bumil. Pada awal kehamilan, morning sickness yang disertai dengan gejala mual dan muntah dapat membuat suasana hati berubah (mood swing). Hal ini dapat menjadikan bumil merasa sensitif dan sulit mengontrol emosi sehingga rawan mengalami kesedihan. Rasa mual dapat menghilang sendiri seiring dengan sistem imun tubuh yang membaik.

Gejala lain yang rentan dialami Bumil, yaitu sakit kepala, lebih sensitif terhadap sentuhan dan aroma tertentu, nyeri di beberapa bagian tubuh seperti pada bagian payudara dan punggung bagian bawah, sering buang air kecil, dan mengidam.

*Menurut Kamus KBBI “mengidam”: ingin sekali mengecap sesuatu (ketika hamil muda) 

Hal yang perlu diperhatikan saat hamil

Mual yang dialami oleh ibu hamil adalah hal umum dan biasanya terjadi pada awal kehamilan. Tingkat keparahan setiap kehamilan akan bervariasi. Selama ibu mampu memenuhi kebutuhan cairan dan nutrisi, kondisi ini tidak akan menimbulkan risiko bagi ibu dan janin. 

Gejala mual untuk tingkatan ringan hingga sedang dapat dikelola dengan perubahan pola makan (seperti makan secara teratur) dan gaya hidup sehat. Sementara gejala mual yang parah dapat segera ditangani melalui pemberian cairan infus dan obat-obatan. Dalam kasus yang lebih serius, mungkin diperlukan rawat inap untuk perawatan dan pemantauan karena dapat berisiko dehidrasi, malnutrisi, dan komplikasi.

Adapun kondisi lain yang perlu diperhatikan dan memerlukan penanganan medis, seperti bumil tidak bisa mengonsumsi makanan atau minuman apapun akibat mual dan muntah, lemas hingga tidak dapat berdiri atau mengalami penurunan kesadaran, urine berwarna kuning pekat, demam, nyeri hebat di perut, dan muntah darah. Kekurangan asupan nutrisi akibat muntah yang berkepanjangan tidak hanya berdampak pada ibu, tetapi juga menyebabkan janin kekurangan nutrisi dan menghambat pertumbuhannya.

Cara meredakan mual saat hamil

Berikut beberapa cara mengendalikan frekuensi mual dan muntah pada awal kehamilan

1. Kenali kondisi tubuh 

  • Adanya perubahan hormon dapat membuat tubuh bumil lebih sensitif, sebaiknya hindari makanan yang memicu mual dan memperburuk gejala, termasuk makanan dengan bau menyengat.
  • Perubahan hormon pencernaan akan meningkat saat hamil, sehingga menimbulkan rasa lapar yang lebih cepat. Untuk mengatasi hal tersebut, Bumil dapat mengonsumsi makanan porsi sedikit namun dengan frekuensi yang lebih sering. Hindari posisi berbaring setelah makan karena dapat menyebabkan asam lambung naik dan menimbulkan keluhan mual dan muntah.
  • Mood swing akibat faktor hormon, dapat membuat stres emosional bahkan menyebabkan mual. Oleh karena itu sangat dibutuhkan peran suami dalam mendukung emosional, fisik, dan mental untuk meringankan beban yang dirasakan istri.

2. Sadari akan adanya perubahan fisik

  • Bumil dapat menggunakan pakaian yang nyaman dan tidak terlalu ketat pada bagian perut dan pinggang.
  • Bertambahnya besarnya ukuran rahim akan berdampak pada tekanan tambahan pada lambung dan organ lain, sehingga menyebabkan nyeri saat bergerak, berdiri, atau mengubah posisi. Oleh karena itu dapat mempraktekkan teknik relaksasi dan melakukan pijat hamil untuk meredakan gejala mual.

3. Terapkan gaya hidup yang sehat

  • Atur pola makan dengan banyak mengonsumsi makanan yang beragam agar nutrisi seimbang sesuai dengan preferensi ibu, selain itu juga hindari makanan berlemak, pedas, tinggi kandungan gula atau garam yang dapat memicu mual dan muntah.
  • Atur pola minum agar tubuh terhidrasi dengan baik terutama jika bumil mengalami muntah. Salah satunya minuman yang mampu mengurangi gejala mual, yaitu jahe hangat.
  • Atur pola tidur dengan baik karena ibu hamil cenderung mudah cepat lelah sehingga dapat memperburuk keluhan mual. Pastikan bumil mendapat tidur yang berkualitas dan tidak memaksakan beraktivitas saat tubuh merasa lelah.

4. Konsumsi Obat Pereda Mual

Jika penerapan gaya hidup sehat tidak dapat dilakukan dengan baik karena mual berlebihan, maka dapat dengan mengonsumsi obat pereda mual atau suplemen kehamilan sesuai dengan rekomendasi dokter.

5. Berada di Ruangan yang Sejuk

Pastikan udara di dalam ruangan tetap sejuk dan bersirkulasi dengan baik agar bumil merasa nyaman, baik dengan menggunakan pendingin ruangan (AC) atau membuka jendela untuk mendapatkan udara segar.

Itulah informasi seputar gejala dan cara meredakan mual saat hamil yang perlu Bumil ketahui. Tetap jaga kesehatan dan kontrol secara berkala bersama Dokter kami. Segera cek kesehatan Ibu dan Anak di KMNC untuk pemeriksaan menyeluruh. Hubungi Bumin (+62 811-1028-232) untuk informasi harga layanan dan pendaftaran.

Referensi:

  1. Atiqoh, R.N., 2020. Kupas Tuntas Hiperemesis Gravidarum (Mual Muntah Berlebih dalam Kehamilan). ISBN:978-623-6516-15-7. Jakarta: One Peach Media. Available at: (https://www.google.co.id/books/edition/KUPAS_TUNTAS_HIPEREMESIS_GRAVIDARUM_MUAL/eczzDwAAQBAJ?hl=id&gbpv=1)
  2. WIC, 2022. Nausea & Vomiting During Pregnancy.  Available at: (https://www.health.state.mn.us/docs/people/wic/nutrition/english/pgnausea.pdf)
  3. KBBI, 2024. Mengidam. Available at: (https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/mengidam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Privacy Settings
We use cookies to enhance your experience while using our website. If you are using our Services via a browser you can restrict, block or remove cookies through your web browser settings. We also use content and scripts from third parties that may use tracking technologies. You can selectively provide your consent below to allow such third party embeds. For complete information about the cookies we use, data we collect and how we process them, please check our Privacy Policy
Youtube
Consent to display content from - Youtube
Vimeo
Consent to display content from - Vimeo
Google Maps
Consent to display content from - Google
Spotify
Consent to display content from - Spotify
Sound Cloud
Consent to display content from - Sound