kehamilan

Bolehkah Ibu Hamil Mandi Malam? Begini Penjelasan Secara Medisnya!

Bolehkah ibu hamil mandi malam? Jawabannya bergantung pada kecenderungan memercayai mitos atau memercayai medis. Mandi pada dasarnya dilakukan untuk membersihkan tubuh dari berbagai kuman, debu, keringat, dan berbagai penyakit.

Ada beberapa waktu dan kondisi yang justru menyarankan agar seseorang tidak mandi dahulu sampai kondisinya membaik. Ibu hamil termasuk seseorang yang mengalami kondisi dua kali lipat harus memperhatikan kesehatan karena membawa nyawa lain di rahimnya.

Hal kecil, seperti mandi di malam hari harus dicari tahu terlebih dahulu apakah mengganggu kesehatan ibu dan anak atau tidak. Kami akan mencoba membahasnya dari pandangan medis, Anda bisa menjadikan penjelasan di bawah ini sebagai acuan.

Ibu Hamil Mandi Malam, Ini Kata Medis

Bicara dari pandangan medis, sebenarnya tidak ada penelitian resmi yang melarang ibu hamil mandi di malam hari. Hanya tidak bisa dimungkiri bahwa di Indonesia, pengaruh mitos dan apa kata nenek moyang masih dianggap sakral dan dijadikan pertimbangan bertindak.

Mitos ibu hamil tidak boleh mandi malam dipercayai oleh sebagian masyarakat Indonesia sehingga ibu hamil yang kegerahan di malam hari memilih menahan kegerahannya. Padahal kondisi gerah pada ibu hamil karena keberadaan janin di dalam kandungan.

Energi si kecil yang masih di dalam rahim membuat tubuh ibu dua kali lipat lebih panas sehingga produksi keringat bisa bertambah. Merupakan hal wajar saja ketika ibu memutuskan untuk lebih sering mandi, termasuk di malam hari saat merasa kegerahan.

Jadi, jika bicara dari sisi medis sama sekali tidak ada larangan untuk ibu hamil mandi kapan saja, termasuk di malam hari. Anda juga harus membaca penjelasan lainnya sampai tuntas demi memastikan segala sesuatu yang dilakukan ketika hamil sudah sangat tepat.

Waktu Tepat untuk Ibu Hamil Mandi

Mandi di malam hari sah-sah saja dilakukan, namun perlu dipahami juga kondisi wanita hamil lebih rentan dari wanita tidak hamil. Jauh lebih baik jika memilih waktu tepat untuk membersihkan diri agar selain gerahnya hilang, manfaat sehatnya juga didapatkan.

Waktu paling tepat ibu hamil mandi adalah saat sinyal tubuhnya memberitahukan sedang gerah. Kapan saja sinyal itu terasa, ibu boleh mandi asalkan tidak terlalu lama dan berhati-hati agar tidak terpeleset atau tidak berendam terlalu lama.

Wanita hamil cenderung mengalami ketidaknyamanan pada tubuhnya selama berbulan-bulan. Sudah pasti ketidaknyamanan ini selalu diupayakan untuk dinikmati, salah satunya menerapkan relaksasi dengan berendam di bathtub.

Bukan masalah berarti ketika berendam itu dilakukan tanpa berlebihan atau tidak terlalu lama. Tujuan berendam untuk menghilangkan gerah dan relaksasi, jika terlalu lama maka kemungkinan tubuh ibu justru akan flu dan masuk angin.

Ini yang sebenarnya diantisipasi oleh nenek moyang kita, yakni kemungkinan ibu flu jika mandi malam hari. Padahal, flu bisa terjadi kapan saja dan bisa disebabkan oleh apa saja karena pada intinya semua berdasar pada batasan yang mampu dipatuhi ibu hamil itu sendiri.

Suhu Air untuk Ibu Hamil Mandi 

Dokter kandungan, Kerry-Ann Kelly, MD memberitahukan bahwa mandi air panas kabarnya bisa membahayakan janin. Apabila suhu airnya tidak diperiksa terlebih dahulu maka besar kemungkinan terjadi infeksi setelah ketuban pecah pasca persalinan.

Pendapat Dokter Kelly ini mendapatkan lampu hijau juga dari Dr. Jackman sehingga bisa menjadi antisipasi untuk semua wanita hamil agar lebih detail suhu airnya sebelum membasuh tubuh. Dokter Kelly menganjurkan suhu air ketika mandi 102 derajat F saja.

Jika di rumah memiliki alat ukur suhu maka bisa gunakan alat tersebut, jika belum ada sebaiknya membelinya terlebih dahulu. Manusia tidak bisa mengira-ngira berapa derajat suhu air hanya dengan cara memasukkan tangan ke dalam bak mandi.

Butuh alat khusus untuk memastikan bahwa suhu air tidak membahayakan ibu maupun janin di dalam kandungan. Jika suhu airnya sudah diperhatikan dengan baik maka otomatis ibu juga bisa lebih merasa tenang dan aman saat membersihkan diri ketika malam hari.

Jangan Pakai Bathtub

Tidak ada larangan untuk mandi di waktu kapan saja, tetapi tidak dianjurkan sama sekali berendam di bathtub, apalagi pergi ke sauna. Bahaya berendam untuk ibu hamil adalah menyebabkan bayi terlahir dengan cacat atau kondisi fisik tidak sempurna ketika persalinan kelak.

Clinical and Molecular Teratology menyebutkan kondisi bayi terlahir tidak sempurna jika ibu memaksa berendam dengan air hangat. Bayi kemungkinan mengalami ketidaksempurnaan fisik atau cacat secara struktural, kemungkinannya mengalami anencephaly.

Bahaya berendam dengan air hangat sebenarnya bukan menjadi satu-satunya hal yang harus dihindari. Environmental Health Perspectives turut membuka fakta bahwa mandi atau merendam diri di air dingin sama saja berbahaya selayaknya merendam diri di air panas.

Intinya, mandi boleh kapan saja saat merasa gerah, namun perhatikan juga aktivitas yang ibu laksanakan selama membersihkan diri, juga airnya tidak berlebihan. Mandi tentu menjadi relaksasi yang menyegarkan tubuh, termasuk bagi ibu hamil yang sering kegerahan.

Ibu hamil bisa mendapatkan informasi medis akurat dari dokter perihal mandi untuk memberikan upaya maksimal bagi calon bayi. Jika ibu bisa menjaga kesehatan tubuhnya sendiri maka otomatis kesehatan janin di dalam rahim akan ikut baik juga.

Tips Aman Mandi di Malam Hari

Menjaga kesehatan tubuh saat hamil memang butuh upaya dua kali lipat, termasuk mengatur segala sesuatu saat mandi. Di bawah ini merupakan beberapa tips yang bisa Anda lakukan ketika ingin mandi malam saat hamil:

  1. Gunakan alat untuk memastikan bahwa suhu airnya tidak lebih dari 102 derajat fahrenheit.
  2. Pastikan waktu mandi tidak lebih dari 10 menit untuk mencegah kemungkinan tubuh ibu terpapar flu.
  3. Perhatikan kondisi tubuh ketika sedang atau sebelum mandi. Jika dirasa mual, pusing, lemas maka sebaiknya tunda keinginan untuk mandi, beristirahatlah sama tubuh agak membaik.
  4. Saat ibu hamil mengalami demam sebaiknya hindari mandi di malam hari karena bisa memperparah kondisi kesehatan ibu.
  5. Hindari kemungkinan infeksi bakteri dengan menahan diri tidak berendam, terlebih menggunakan sabun, bubble bath, dan sejenisnya di dalam bathtub.
  6. Hindari menggosok tubuh sebab pada ibu hamil biasanya kondisi kulit lebih kering dan sensitif.
  7. Sebaiknya memasang anti slip atau keset yang berguna untuk menghindari berbagai kemungkinan jatuh di kamar mandi.

Ibu hamil yang kegerahan diperkenankan mandi kapan saja asalkan kondisi tubuhnya fit dan suhu airnya diperhatikan dengan baik. Lama waktu mandi juga turut memengaruhi kesehatan ibu dan janin di dalam kandungan.

Ibu butuh informasi dan konsultasi lebih lanjut seputar kehamilan? Sekarang sudah bisa melakukannya dengan mudah dengan dokter spesialis kandungan dan kebidanan di KMNC. KMNC memiliki teknologi modern dan tim dokter berpengalaman.

Ibu bisa menghubungi kami melalui +62 811-1028-232 untuk informasi lebih detail. Pertanyaan seputar apakah ibu hamil mandi malam atau tidak akan kami jawab secara medis bersamaan dengan jawaban untuk berbagai pertanyaan ibu lainnya.

 

Sumber:

https://health.kompas.com/read/2022/08/30/180000168/bolehkah-ibu-hamil-mandi-malam-

https://www.haibunda.com/kehamilan/20220716110006-49-279170/ibu-hamil-ingin-mandi-di-malam-hari-lebih-baik-pakai-air-hangat-atau-dingin

https://www.klikdokter.com/ibu-anak/kehamilan/tips-mandi-sehat-untuk-ibu-hamil-sesuai-trimester-kehamilan?srsltid=AfmBOorsDLkPXV1cAoPRGF4ay2O3tNVlNS-e1Dk6BlYu3hOWfpX9l7v5

https://hellosehat.com/kehamilan/kandungan/prenatal/boleh-mandi-larut-malam-saat-hamil/ 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Privacy Settings
We use cookies to enhance your experience while using our website. If you are using our Services via a browser you can restrict, block or remove cookies through your web browser settings. We also use content and scripts from third parties that may use tracking technologies. You can selectively provide your consent below to allow such third party embeds. For complete information about the cookies we use, data we collect and how we process them, please check our Privacy Policy
Youtube
Consent to display content from - Youtube
Vimeo
Consent to display content from - Vimeo
Google Maps
Consent to display content from - Google
Spotify
Consent to display content from - Spotify
Sound Cloud
Consent to display content from - Sound