Cara mencegah thalasemia bukan hanya perlu diketahui oleh orang-orang yang sudah menikah, tapi juga orang-orang yang belum menikah. Pasalnya, penyakit keturunan ini wajib dicegah sejak sedini mungkin. Dalam arti lainnya, Anda perlu mencegahnya sejak sebelum menikah dan merencanakan kehamilan.
Sebelumnya, kami akan membahas secara singkat terlebih dahulu tentang apa yang dimaksud dengan thalasemia. Thalasemia merupakan sebuah penyakit keturunan yang disebabkan oleh terjadinya kelainan pada sel darah merah dan dapat dicegah dengan beberapa langkah khusus. Lebih lengkapnya, simak penjelasannya berikut ini!
Cara Mencegah Thalasemia agar Kesehatan Anak Lebih Terjaga
Pengertian sebenarnya dari thalasemia adalah kelainan darah genetik yang terjadi akibat gangguan hemoglobin. Seperti yang kita tahu, hemoglobin itu sendiri merupakan sebuah molekul protein yang terdapat dalam sel darah merah dan berguna untuk membawa oksigen.
Ketika terjadi gangguan hemoglobin dalam tubuh kita, hal ini dapat membuat sel darah merah menjadi rusak secara berlebihan. Tentu Anda tidak ingin anak Anda mengalami kondisi seperti ini, bukan? Untuk itu, mari kita sama-sama mencegahnya dengan mengikuti beberapa cara mencegah thalasemia di bawah ini:
-
Skrining Thalasemia
Sebelum menikah, calon pengantin dianjurkan untuk melakukan skrining thalasemia terlebih dahulu. Hal ini perlu dilakukan untuk mencegah anak Anda menderita penyakit turunan ini. Sebagai orang tua, tentu Anda harus selalu menjaga kesehatan putra-putri Anda dengan sebaik mungkin.
Karena itu, sebelum menikah maupun merencanakan kehamilan, Anda dapat mencoba melakukan skrining thalasemia di rumah sakit maupun klinik terdekat. Sementara untuk skrining thalasemia pada anak-anak sendiri sudah cukup sering dilakukan oleh pemerintah setempat. Biasanya, mereka menyelenggarakan program ini untuk anak sekolah kelas 1, 7, dan 10.
-
Menghindari Perkawinan antar Sesama Penderita Thalasemia
Penyebab utama dari penyakit ini memang genetik. Oleh karena itu, sebagai orang tua kita harus memikirkan kesehatan anak kita di masa depan dengan mengenali riwayat penyakit masing-masing. Untuk mencegah penyakit ini menurun ke anak-anak kita, Anda wajib menghindari perkawinan antar sesama penderita thalasemia.
Hal ini terjadi karena salah satu perwakilan dari IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) pernah mengatakan bahwa apabila ada sepasang suami-istri pembawa sifat thalasemia yang melakukan perkawinan, maka kemungkinan anaknya menderita penyakit yang sama mencapai 25%. Jadi, ingat dengan baik cara pencegahan yang satu ini.
-
Menyebarluaskan Informasi tentang Thalasemia
Tidak menutup kemungkinan ada banyak orang yang belum terlalu paham mengenai penyakit turunan satu ini. Ya, istilah thalasemia itu sendiri memang cukup asing, sehingga tidak heran jika banyak orang tidak tahu jenis penyakit ini. Dengan menyebarluaskan informasi mengenai penyakit ini, maka semakin banyak orang yang sadar dengan bahayanya thalasemia pada anak.
Manfaatkan keberadaan teknologi yang canggih ini dengan menyebarkan informasi tentang pencegahan penyakit ini lewat media sosial. Selain itu, Anda juga bisa memberi penjelasan kepada orang-orang terdekat mengenai penyakit turunan ini. Dengan begitu, orang-orang akan semakin tergerak pikirannya untuk melakukan skrining thalasemia sejak dini.
-
Deteksi Dini Kasus Thalasemia Mayor dan Intermedia
Sebenarnya, cara ini masih berkaitan dengan cara yang pertama. Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Anda ataupun anak Anda menderita penyakit turunan ini, maka sekarang Anda perlu mengenal apakah penyakit tersebut bersifat mayor atau intermedia. Pasalnya, keduanya memiliki gejala yang berbeda.
Pasien thalasemia mayor akan menunjukkan gejala fisik yang lebih terlihat, seperti pertumbuhan anak yang terhambat, berat badan anak turun drastis dengan perut yang membuncit, frontal bossing, dan lain sebagainya. Deteksi dini bisa dilakukan lewat kegiatan pemeriksaan klinis yang dilakukan oleh tenaga kesehatan setempat.
-
Mengecek Nilai Hemoglobin dalam Tubuh
Pengecekan nilai hemoglobin dalam tubuh kita tidak hanya perlu dilakukan saat sebelum menikah. Namun, pengecekan atau pemeriksaan ini juga perlu dilakukan saat sepasang suami-istri hendak merencanakan kehamilan. Sebab, nilai hemoglobin dalam tubuh manusia dapat menunjukkan apakah seseorang menderita penyakit thalasemia atau tidak.
Nantinya, Anda akan dibantu oleh dokter dan tenaga medis lainnya untuk melihat profil sel darah merah dan nilai hemoglobin dalam tubuh Anda. Kemudian, dokter juga akan menjelaskan tentang diagnosisnya dengan serinci mungkin. Jadi, Anda bisa mencegah anak menderita penyakit ini juga.
-
Konsultasi Genetik
Cara terakhir yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit ini turun ke anak Anda adalah dengan melakukan konsultasi genetik. Mungkin Anda masih cukup asing dengan istilah ini. Konsultasi genetik adalah proses di mana seseorang belajar memahami tentang efek medis dan kontribusi genetik pada suatu penyakit tertentu.
Karena thalasemia sendiri termasuk penyakit turunan, jadi Anda pun akan dijelaskan tentang hal ini. Kemudian, tenaga medis akan membantu Anda untuk melakukan pemeriksaan gen untuk mengidentifikasi apakah ada penyakit yang mungkin bisa menurun ke anak Anda. Jika kondisi ini berhasil teridentifikasi sejak awal, maka kesehatan anak Anda akan lebih terjaga.
Penyebab Thalasemia
Sebenarnya, ada satu cara lagi yang bisa Anda lakukan untuk mencegah penyakit darah turunan ini. Cara tersebut adalah dengan mengenali penyebabnya. Penyebab dari penyakit ini memang faktor genetik, tapi kita perlu lebih memahami lagi tentang kondisi sel darah yang dapat menyebabkan penyakit ini.
Sebelum melanjutkan ke pembahasan yang lebih lengkap, perlu diketahui bahwa penyebab utamanya adalah terjadi mutasi pada DNA sel yang membuat hemoglobin. Sedangkan hemoglobin itu sendiri terbuat dari rantai beta dan alfa. Jadi, jika dijelaskan secara lebih rinci, maka penyebab thalasemia akan dibedakan menurut jenisnya masing-masing, yaitu:
-
Beta-thalasemia
Biasanya, penderita penyakit ini mendapatkan satu dari masing-masing orang tuanya. Ada beberapa kondisi yang dapat diturunkan ke anak, seperti:
- Saat menurunkan satu gen yang bermutasi, maka penderita penyakit ini akan mengalami gejala ringan.
- Saat ada dua gen yang bermutasi, maka penderita penyakit ini akan mengalami gejala sedang hingga parah.
- Apabila ada seorang bayi dengan dua gen beta hemoglobin, mereka akan terlihat baik-baik saja saat lahir. Namun, gejala akan mulai terlihat ketika mereka menginjak usia 2 tahun.
-
Alfa-thalasemia
Terbentuknya rantai ini terjadi ketika ada empat gen yang ikut terlibat di dalamnya. Kemudian, beberapa kondisi yang dapat diwariskan ke keturunan kita adalah:
- Saat menurunkan satu gen yang bermutasi, maka penderita penyakit ini tidak akan menunjukkan tanda apa pun.
- Saat ada dua gen yang bermutasi, maka gejala ringan akan dirasakan oleh penderita penyakit ini.
- Saat ada tiga gen yang bermutasi, maka penderita penyakit ini akan mengalami gejala yang parah.
- Apabila Anda mewariskan empat gen yang bermutasi, maka ini dapat meningkatkan risiko terjadinya lahir mati.
Tidak ada anak yang ingin terlahir dengan thalasemia. Oleh karena itu, kita sebagai orang tua maupun calon orang tua wajib mempersiapkannya dengan sematang mungkin sejak sebelum menikah ataupun merencanakan kehamilan.
Cara mencegah thalasemia bisa dilakukan dengan melakukan pemeriksaan lengkap pra nikah dan pra kehamilan di Klinik KMNC. Hubungi Bumin (+62 811-1028-232) untuk menanyakan informasi lebih lanjut mengenai harga dan proses pendaftarannya.
Referensi:
https://www.halodoc.com/kesehatan/thalassemia#h-pencegahan-thalassemia
https://dinkes.depok.go.id/User/DetailArtikel/thalassemia-sedikit-mengenal-untuk-upaya-pencegahan
