Non-Invasive Prenatal Test (NIPT) adalah pemeriksaan DNA janin melalui sampel darah ibu hamil yang bertujuan mendeteksi kelainan kromosom, seperti Down Syndrome, Edwards Syndrome, dan Patau Syndrome. Pemeriksaan ini tanpa risiko bagi janin, akurasinya tinggi, dan bisa dilakukan sejak usia kehamilan 10 minggu.
Saat ini banyak dokter Sp.OG menyarankan NIPT sebagai skrining yang lebih modern dan akurat, terutama bagi ibu hamil dengan faktor risiko tertentu. Di KMNC, salah satu dokter yang aktif memberikan edukasi dan rekomendasi terkait pemeriksaan ini adalah dr. Adly Nanda, Sp.OG.

Adly Nanda, Sp.OG adalah salah satu dokter Sp.OG di KMNC yang aktif memberikan edukasi dan rekomendasi terkait NIPT, terutama pada ibu dengan risiko tinggi. Beliau dikenal detail dalam pemeriksaan dan sangat menekankan pentingnya skrining kehamilan yang tepat.
1. Ibu Hamil Usia 35 Tahun ke Atas
Risiko kelainan kromosom meningkat seiring bertambahnya usia ibu. Karena itu, dokter Sp.OG termasuk dr. Adly Nanda Al Fattah, Sp.OG menganjurkan NIPT bagi ibu yang hamil pada usia 35 tahun atau lebih. Pemeriksaan ini membantu memberikan kepastian lebih dini dan mengurangi kecemasan selama kehamilan.
2. Temuan USG yang Mencurigakan
Jika USG menunjukkan tanda yang mengarah pada kemungkinan kelainan kromosom, seperti:
- Penebalan NT
- Kelainan anatomi
- Pertumbuhan janin yang tidak sesuai
Maka NIPT menjadi pemeriksaan lanjutan yang sangat dianjurkan. dr. Adly Nanda, Sp.OG sering merekomendasikan NIPT dalam kasus seperti ini karena akurasinya tinggi dan tidak invasif.
3. Riwayat Kehamilan Sebelumnya dengan Kelainan Kromosom
Bagi ibu yang pernah memiliki kehamilan dengan kelainan seperti Down Syndrome, Edwards, atau Patau, dokter Sp.OG akan menyarankan NIPT lebih awal. Adly Nanda, Sp.OG juga menekankan pentingnya skrining sejak awal untuk mengurangi risiko kejadian berulang dan membantu perencanaan kehamilan yang lebih aman.
4. Hasil Skrining Awal yang Meragukan
Jika hasil pemeriksaan kehamilan trimester pertama atau kedua menunjukkan risiko sedang/tinggi atau hasil yang tidak konsisten, NIPT menjadi langkah evaluasi yang tepat.
Di KMNC, NIPT sering direkomendasikan oleh dr. Adly Nanda, Sp.OG untuk memperjelas kondisi genetik janin tanpa tindakan invasif.
5. Kehamilan dengan Program IVF / ICSI
Kehamilan hasil teknologi reproduksi memiliki beberapa faktor risiko tambahan. Banyak Sp.OG, termasuk dr. Adly Nanda, menyarankan NIPT pada:
- IVF tanpa PGT
- IVF dengan PGT
- Donor sel telur/sperma
Tujuannya adalah memastikan kesehatan kromosom janin sejak awal.
6. Kehamilan Kembar dengan Risiko Tambahan
Pada kehamilan kembar, pemeriksaan skrining konvensional memiliki keterbatasan. Karena itu, NIPT sangat berguna terutama jika:
- Ada perbedaan pertumbuhan
- Salah satu janin mencurigai kelainan
- Kehamilan kembar melalui IVF
dr. Adly Nanda, Sp.OG sering menggunakan NIPT sebagai alat skrining lanjutan untuk memastikan kondisi kedua janin.
7. Ibu Hamil yang Ingin Skrining Paling Akurat
Walaupun tidak memiliki risiko apa pun, banyak ibu hamil memilih NIPT karena akurasinya tinggi. Dokter Sp.OG, termasuk dr. Adly Nanda, menganjurkan pemeriksaan ini untuk ibu yang ingin ketenangan selama kehamilan.
NIPT adalah pemeriksaan modern yang aman, akurat, dan sangat bermanfaat untuk deteksi awal kelainan kromosom. Menurut Sp.OG, pemeriksaan ini sangat dianjurkan bagi ibu dengan risiko tertentu, seperti usia ≥ 35 tahun, temuan USG mencurigakan, kehamilan IVF, hasil skrining tidak jelas, atau kehamilan kembar.
Di KMNC, dr. Adly Nanda, Sp.OG menjadi salah satu dokter yang aktif mengedukasi ibu hamil tentang manfaat NIPT dan sering merekomendasikannya untuk memastikan kehamilan yang lebih aman dan terpantau baik. Saat ini dr.Adly Nanda,Sp.OG praktek di KMNC Graha Raya – KMNC Haji Nawi – KMNC BSD dan KMNC Green Lake.
Kunjungi Klinik KMNC (Kosambi Maternal and Children) terdekat atau buat janji konsultasi sekarang dengan fitur chat via WhatsApp 08111028232. Atau kunjungi website KMNC untuk informasi layanan dan promo menarik lainnya di kmnc.co.id ya!
