Preeklampsia masih menjadi salah satu komplikasi kehamilan yang paling banyak ditakuti. Kondisi ini dapat muncul tiba-tiba setelah usia kehamilan 20 minggu dan berpotensi membahayakan ibu serta janin jika tidak terdeteksi sejak awal. Meski begitu, banyak kasus preeklampsia sebenarnya dapat dikendalikan melalui pemantauan yang tepat, pemeriksaan rutin, dan edukasi yang baik kepada ibu hamil.
Di sejumlah klinik maternal, termasuk KMNC (Kosambi Maternal & Children), pendekatan berbasis deteksi dini dan tata laksana komprehensif mulai diterapkan untuk menurunkan risiko komplikasi kehamilan ini.
Mengapa Preeklampsia Perlu Diwaspadai?

Sumber : Preeclampsia and Pregnancy Infographic by (ACOG).
Preeklampsia ditandai dengan tekanan darah tinggi dan protein dalam urine. Gejala lain yang sering menyertai antara lain pembengkakan tangan atau kaki, sakit kepala hebat, gangguan penglihatan, dan nyeri ulu hati. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan:
- Gangguan aliran darah ke janin
- Pertumbuhan janin terhambat
- Kelahiran prematur
- Kejang (eclampsia)
- Gangguan fungsi ginjal dan hati pada ibu
Karena sifatnya yang sering muncul tanpa gejala awal yang jelas, pemeriksaan rutin menjadi kunci utama pengendalian preeklampsia.
Upaya yang Dapat Dilakukan Ibu Hamil untuk Mengurangi Risiko Preeklampsia
Berikut langkah-langkah yang direkomendasikan tenaga kesehatan untuk membantu mencegah atau mendeteksi preeklampsia sejak dini:
1. Skrining risiko pada kunjungan kehamilan pertama
Pemeriksaan awal sebaiknya mencakup:
- Riwayat kesehatan lengkap
- Riwayat hipertensi, diabetes, atau preeklampsia sebelumnya
- Pemeriksaan urine dan tekanan darah
- USG Skrining Trimester 1
- Pemeriksaan lab PLGF (Placental Growth Factor)
Skrining ini membantu dokter menilai apakah ibu berada dalam kelompok risiko tinggi.
2. Pemeriksaan tekanan darah dan urine secara berkala
Tekanan darah yang meningkat perlahan sering tidak disadari. Karena itu, setiap kunjungan ANC sangat penting untuk memantau perubahan kecil yang mungkin menjadi awal preeklampsia.
3. Edukasi mengenai tanda bahaya
Ibu hamil perlu memahami gejala yang harus diwaspadai, seperti sakit kepala menetap, penglihatan kabur, atau bengkak mendadak. Pengetahuan ini memberi kesempatan untuk mencari pertolongan lebih cepat.
4. Pola hidup yang mendukung kesehatan kehamilan
- Cukup istirahat
- Pola makan seimbang
- Manajemen stres
- Menghindari konsumsi garam berlebihan
Kebiasaan sederhana dapat berperan besar dalam menjaga stabilitas tekanan darah.
Peran Klinik dan Tenaga Medis dalam Penanganan Preeklampsia
Di fasilitas kesehatan seperti KMNC (Kosambi Maternal and Children), pendekatan penanganan preeklampsia dilakukan secara komprehensif, mulai dari pencegahan hingga penatalaksanaan ketika kondisi telah terdiagnosis.
Salah satu dokter yang aktif mengembangkan protokol skrining dan penanganan preeklampsia adalah dr. Adly Nanda Al Fattah, Sp.OG, dokter spesialis kandungan KMNC, yang melakukan penelitian terkait pola risiko preeklampsia pada pasien klinik. Pendekatan berbasis data dan kajian ilmiah ini membantu dokter menangani ibu hamil risiko tinggi secara lebih tepat dan terukur. Pendekatan yang umum diterapkan meliputi:
- Monitoring tekanan darah yang ketat
- Pemberian obat antihipertensi bila diperlukan
- USG serial untuk memantau pertumbuhan janin
- Evaluasi kondisi plasenta
- Perencanaan persalinan yang aman dan tepat waktu
Jika kondisi ibu membutuhkan perawatan lanjutan, fasilitas kesehatan akan melakukan rujukan ke rumah sakit dengan peralatan lebih lengkap.
Mengapa Deteksi Dini Sangat Penting?
Semakin cepat preeklampsia diketahui, semakin besar peluang untuk mengendalikan kondisinya. Banyak ibu dengan preeklampsia ringan dapat menjalani kehamilan hingga waktu persalinan yang aman, selama pemantauan dilakukan secara intensif dan teratur. Di sinilah peran kunjungan ANC tidak bisa digantikan baik untuk ibu hamil dengan risiko rendah maupun tinggi.
Mengenal KMNC sebagai Fasilitas Kesehatan Ibu & Anak
KMNC (Kosambi Maternal and Children) merupakan klinik yang fokus pada layanan kehamilan dan kesehatan anak. Dengan dokter kebidanan dan kandungan yang berpengalaman, termasuk dr. Adly Nanda Al Fattah, Sp.OG, KMNC menerapkan pemantauan risiko kehamilan secara terstruktur, termasuk untuk preeklampsia.
Klinik ini memiliki cabang di Graha Raya, Haji Nawi, BSD, Green Lake, Rawamangun, Depok, Jatiwaringin (Khusus Anak), dan Antasari, sehingga memudahkan ibu untuk mendapatkan layanan pemeriksaan kehamilan yang rutin dan berkelanjutan.
Kesimpulan
Preeklampsia bukanlah kondisi yang dapat disepelekan, tetapi juga bukan sesuatu yang tidak dapat dikendalikan. Dengan skrining sejak awal, pemantauan tekanan darah yang rutin, edukasi yang tepat, serta dukungan tenaga medis yang berpengalaman, risiko komplikasi dapat ditekan secara signifikan.
Jika Anda sedang hamil atau merencanakan kehamilan, pastikan untuk melakukan pemeriksaan berkala di fasilitas kesehatan yang memiliki layanan monitoring kehamilan terpadu.
Untuk informasi mengenai layanan pemeriksaan kehamilan, edukasi ibu hamil, atau konsultasi dengan dokter spesialis, Anda dapat menghubungi KMNC melalui WhatsApp di 0811-1028-232 atau mengunjungi kmnc.co.id.
