kehamilan, Kesehatan Anak, pregnancy

Gerakan Janin Berkurang, Kapan Ibu Hamil Harus ke Dokter?

Merasakan tendangan, sikut, atau pun geliat kecil si kecil di dalam kandungan adalah salah satu momen paling membahagiakan sekaligus menenangkan bagi setiap ibu hamil. Gerakan-gerakan halus ini bukan sekadar tanda bahwa janin sedang aktif bermain, melainkan cara si kecil berkomunikasi bahwa dirinya dalam kondisi sehat dan baik-baik saja.

Namun, adakala si Ibu merasa khawatir ketika menyadari, “Kok, hari ini perut saya rasanya lebih tenang ya? Kenapa gerakan janin berkurang?”

Pertanyaan ini sangat penting dan tidak boleh diabaikan. Penurunan keaktifan bayi di dalam rahim bisa menjadi salah satu sinyal bahwa janin sedang mengalami stres atau kekurangan oksigen. Lalu, kapan kondisi ini dianggap normal karena bayi sedang tidur, dan kapan Ibu harus segera pergi ke dokter?

Mengapa Gerakan Janin Sangat Penting Dipantau?

Secara umum, Ibu hamil mulai bisa merasakan gerakan janin pada usia kehamilan 18 hingga 22 minggu. Pada kehamilan kedua atau seterusnya, gerakan ini bahkan bisa dirasakan lebih awal. Seiring bertambahnya usia kehamilan terutama memasuki trimester ketiga gerakan tersebut akan semakin berpola dan konsisten.

Mengutip edukasi kesehatan dari media sosial KMNC (@kmnc.clinic), memantau gerakan janin secara mandiri di rumah adalah metode skrining awal yang paling mudah dan efektif untuk mendeteksi kesejahteraan bayi. Ketika janin kekurangan pasokan oksigen atau nutrisi dari plasenta, respons alaminya adalah menghemat energi dengan cara mengurangi gerakannya. Oleh karena itu, perubahan pola gerakan janin yang mendadak wajib diwaspadai.

Cara Menghitung Gerakan Janin yang Benar (Metode “Count to 10”)

Sebelum panik, Ibu perlu memastikan apakah gerakan janin memang benar-benar berkurang atau Ibu hanya sedang tidak fokus merasakannya karena sibuk beraktivitas.

Melansir edukasi dari kanal resmi KMNC (Kosambi Maternal and Children), cara termudah untuk menghitung gerakan janin adalah dengan metode “Count to 10” (Hitung sampai 10) saat memasuki usia kehamilan 28 minggu:

  1. Pilih Waktu yang Tepat: Janin biasanya paling aktif setelah Ibu makan (karena ada peningkatan gula darah) atau saat Ibu sedang bersantai di malam hari.
  2. Cari Posisi Nyaman: Berbaringlah miring ke kiri atau duduk santai dengan rileks. Posisi miring ke kiri membantu melancarkan aliran darah dan oksigen menuju plasenta.
  3. Hitung Tendangannya: Fokuslah merasakan gerakan bayi. Hitung setiap gerakan (bisa berupa tendangan, dorongan, atau putaran tubuh).
  4. Target Waktu: Janin yang sehat idealnya bergerak minimal 10 kali dalam kurun waktu 2 jam. Sering kali, 10 gerakan ini sudah terpenuhi bahkan dalam waktu kurang dari 30 menit!

Catatan Penting: Jika dalam waktu 2 jam janin belum bergerak sebanyak 10 kali, cobalah untuk memicu gerakannya dengan minum air dingin, mengonsumsi camilan manis, atau menyalakan musik di dekat perut, lalu hitung kembali.

Gerakan Janin Berkurang: Kapan Harus ke Dokter?

Jika Ibu sudah mencoba memicu gerakan janin namun hasilnya tetap tidak optimal, jangan menunda waktu untuk mencari pertolongan medis. Segera periksakan diri ke dokter spesialis kandungan di KMNC atau unit gawat darurat terdekat jika Ibu mengalami kondisi berikut:

  • Kurang dari 10 Gerakan dalam 2 Jam: Setelah Ibu mencoba fokus menghitung dan memicu gerakan dengan makanan/minuman manis, bayi tetap bergerak kurang dari 10 kali dalam waktu 2 jam.
  • Perubahan Pola yang Drastis: Gerakan bayi terasa jauh lebih lemah, lebih lambat, atau polanya berubah secara drastis dari hari-hari biasanya.
  • Sama Sekali Tidak Ada Gerakan: Ibu tidak merasakan pergerakan atau tanda-tanda kehidupan sama sekali dari dalam kandungan selama beberapa jam berturut-turut.
  • Disertai Tanda Bahaya Kehamilan Lainnya: Gerakan janin yang berkurang terjadi bersamaan dengan gejala lain, seperti keluar flek atau darah dari jalan lahir, rembes air ketuban, kram perut yang hebat, atau tekanan darah Ibu mendadak melonjak tinggi.

Apa yang Akan Dilakukan Dokter di Klinik?

Saat Ibu datang ke KMNC dengan keluhan gerakan janin berkurang, tim medis kami akan segera melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan kondisi si kecil, di antaranya:

  • Pemeriksaan USG (Ultrasonografi): Untuk melihat profil biofisik janin, mengecek detak jantung secara langsung, memantau kecukupan volume air ketuban, serta melihat kelancaran aliran darah pada tali pusat.
  • Pemeriksaan CTG (Cardiotocography): Dokter atau bidan akan memasangkan alat sensor di perut Ibu selama 20–30 menit untuk merekam grafik detak jantung janin dan hubungannya dengan gerakan atau kontraksi rahim (Non-Stress Test/NST). Jika grafik menunjukkan hasil yang “reaktif”, artinya janin masih dalam kondisi aman.

Kesimpulan

Mengamati gerakan janin adalah bentuk ikatan batin sekaligus langkah proteksi pertama Ibu terhadap keselamatan buah hati. Mengetahui kapan gerakan janin berkurang dan kapan harus ke dokter dapat mencegah terjadinya komplikasi kehamilan yang tidak diinginkan. Jangan pernah merasa ragu atau tidak enak untuk berkonsultasi jika Ibu merasakan ada sesuatu yang tidak biasa pada kandungan Ibu.

Ingat, lebih baik melakukan pemeriksaan dan mendapati bahwa semuanya baik-baik saja, daripada terlambat menangani sinyal bahaya dari si kecil.

Jika Ibu merasakan perubahan pada gerakan janin atau ingin melakukan kontrol kehamilan rutin, tim dokter spesialis kebidanan dan kandungan di Kosambi Maternal and Children (KMNC) siap memberikan penanganan yang cepat, tepat, dan hangat.

Pantau terus tumbuh kembang si kecil bersama kami. Segera hubungi KMNC melalui WhatsApp atau kunjungi website resmi kami di kmnc.co.id untuk info promo dan reservasi dokter pilihan Ibu!

Sumber Referensi:

  • Media Sosial Resmi Kosambi Maternal and Children (Instagram/TikTok/YouTube): @kmnc.clinic (Edukasi: Cara Menghitung Gerakan Janin & Tanda Bahaya Kehamilan).
  • American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). Track Your Baby’s Movements with Kick Counts.
  • National Health Service (NHS) UK. Your Baby’s Movements in Pregnancy.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Privacy Settings
We use cookies to enhance your experience while using our website. If you are using our Services via a browser you can restrict, block or remove cookies through your web browser settings. We also use content and scripts from third parties that may use tracking technologies. You can selectively provide your consent below to allow such third party embeds. For complete information about the cookies we use, data we collect and how we process them, please check our Privacy Policy
Youtube
Consent to display content from - Youtube
Vimeo
Consent to display content from - Vimeo
Google Maps
Consent to display content from - Google
Spotify
Consent to display content from - Spotify
Sound Cloud
Consent to display content from - Sound