Keputihan pada ibu hamil merupakan keluhan yang cukup sering terjadi. Seiring perubahan hormon selama kehamilan, produksi cairan vagina dapat meningkat dan membuat area kewanitaan terasa lebih lembap dari biasanya.
Dalam kondisi tertentu, keputihan memang merupakan bagian normal dari kehamilan. Namun, perubahan warna, bau, tekstur, atau munculnya keluhan lain seperti gatal, nyeri, hingga perdarahan dapat menjadi tanda adanya infeksi atau kondisi yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Lantas, seperti apa keputihan pada ibu hamil yang normal dan kapan kondisi tersebut perlu diwaspadai?
Apa Itu Keputihan pada Ibu Hamil?
Keputihan adalah cairan atau lendir yang keluar dari vagina. Pada dasarnya, cairan vagina memiliki fungsi penting untuk menjaga kelembapan sekaligus membantu melindungi area vagina dari infeksi.
Saat hamil, perubahan hormon dan meningkatnya aliran darah ke area panggul dapat menyebabkan produksi cairan vagina menjadi lebih banyak. Kondisi ini dikenal sebagai leukorrhea atau keputihan fisiologis dalam kehamilan.
Menurut National Health Service (NHS), keputihan yang lebih banyak selama kehamilan umumnya merupakan kondisi normal. Keputihan yang sehat biasanya berwarna bening atau putih susu, bertekstur relatif encer, dan tidak memiliki bau yang menyengat atau tidak sedap.
Karena itu, tidak semua keputihan saat hamil berarti adanya penyakit.
Ciri-Ciri Keputihan pada Ibu Hamil yang Normal
Ibu hamil tidak perlu langsung panik ketika mendapati cairan vagina lebih banyak dari biasanya. Keputihan masih dapat dikategorikan normal apabila memiliki karakteristik seperti:
- Berwarna bening atau putih susu
- Teksturnya encer atau sedikit licin
- Tidak berbau menyengat atau tidak sedap
- Tidak disertai rasa gatal
- Tidak menyebabkan rasa perih atau terbakar
- Tidak disertai nyeri pada area vagina atau panggul
Jumlah cairan juga dapat meningkat seiring bertambahnya usia kehamilan. Pada minggu-minggu terakhir, ibu hamil bahkan dapat mengalami keluarnya lendir yang lebih kental dan menyerupai gel. Jika lendir tersebut berwarna merah muda dan muncul mendekati persalinan, kondisi ini dapat berkaitan dengan keluarnya mucus plug atau show, yaitu salah satu tanda tubuh mulai mempersiapkan persalinan.
Keputihan yang Tidak Normal: Seperti Apa Cirinya?
Yang perlu diperhatikan bukan hanya jumlah keputihan, tetapi juga perubahan warna, bau, tekstur, serta gejala yang menyertainya.
Keputihan pada ibu hamil perlu diperiksakan apabila mengalami perubahan seperti:
1. Berwarna kuning atau kehijauan
Cairan vagina berwarna kuning atau hijau, terutama jika disertai bau tidak sedap, gatal, atau rasa terbakar, dapat mengarah pada infeksi vagina.
Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah infeksi menular seksual seperti trikomoniasis. Namun, warna cairan saja tidak cukup untuk menentukan diagnosis sehingga pemeriksaan dokter tetap diperlukan.
2. Berwarna putih dan menggumpal seperti keju
Keputihan berwarna putih dengan tekstur menggumpal, disertai rasa gatal dan iritasi, dapat menjadi tanda infeksi jamur atau kandidiasis vagina.
NHS menyebutkan bahwa thrush atau kandidiasis pada kehamilan dapat menyebabkan keputihan berwarna putih dan menggumpal, disertai rasa gatal serta iritasi di sekitar vagina.
3. Berwarna putih atau abu-abu dengan bau amis
Keputihan yang tipis dan berwarna putih atau abu-abu, terutama bila memiliki bau amis yang kuat, dapat berkaitan dengan bacterial vaginosis (BV).
BV terjadi ketika keseimbangan bakteri normal di vagina mengalami perubahan. Kondisi ini dapat terjadi tanpa gejala, tetapi ketika menimbulkan keluhan, pemeriksaan dan pengobatan oleh tenaga kesehatan diperlukan.
Pada ibu hamil, BV yang bergejala perlu mendapat perhatian karena berkaitan dengan peningkatan risiko sejumlah komplikasi kehamilan, termasuk ketuban pecah sebelum waktunya dan persalinan prematur.
4. Disertai nyeri saat buang air kecil
Keputihan yang disertai rasa perih atau nyeri ketika buang air kecil dapat menjadi tanda infeksi pada saluran kemih atau infeksi pada area genital.
Kondisi tersebut sebaiknya tidak didiagnosis sendiri karena beberapa jenis infeksi dapat memiliki gejala yang serupa.
5. Disertai darah
Perdarahan selama kehamilan tidak boleh dianggap sebagai keputihan biasa.
Munculnya bercak atau darah dari vagina dapat memiliki berbagai penyebab, tergantung usia kehamilan dan kondisi ibu. Karena itu, ibu hamil yang mengalami perdarahan sebaiknya segera mendapatkan penilaian medis, terlebih jika perdarahan disertai nyeri perut, kontraksi, pusing, atau keluhan lainnya.
Mengapa Keputihan Saat Hamil Bisa Bertambah?
Ada beberapa perubahan alami selama kehamilan yang membuat cairan vagina lebih banyak.
Perubahan hormon
Kehamilan menyebabkan perubahan kadar hormon, termasuk estrogen. Perubahan tersebut berpengaruh terhadap produksi cairan vagina.
Peningkatan aliran darah ke area panggul
Aliran darah ke organ reproduksi meningkat selama kehamilan. Perubahan ini turut memengaruhi produksi cairan vagina.
Mekanisme perlindungan alami
Peningkatan keputihan selama kehamilan bukan semata-mata gangguan. Cairan vagina juga menjadi bagian dari mekanisme alami tubuh untuk membantu menjaga lingkungan vagina dan mencegah infeksi naik ke rahim.
Namun, perubahan lingkungan vagina selama kehamilan juga dapat membuat sebagian ibu lebih rentan mengalami infeksi tertentu, termasuk kandidiasis dan bacterial vaginosis.
Apakah Keputihan Berbahaya bagi Janin?
Jawabannya bergantung pada penyebab keputihan.
Keputihan normal akibat perubahan fisiologis kehamilan pada dasarnya bukan kondisi yang membahayakan janin. Kekhawatiran muncul ketika keputihan disebabkan oleh infeksi yang tidak ditangani.
Sebagai contoh, bacterial vaginosis yang bergejala pada kehamilan dikaitkan dengan beberapa risiko kehamilan, termasuk ketuban pecah sebelum waktunya, persalinan prematur, dan infeksi intra-amnion. Karena itu, ibu hamil dengan gejala yang mengarah pada BV perlu mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.
Namun, penting untuk tidak menyimpulkan bahwa setiap keputihan abnormal pasti akan menyebabkan komplikasi pada janin. Risiko dan penanganannya bergantung pada jenis infeksi, kondisi kehamilan, serta hasil pemeriksaan dokter.
Kapan Keputihan pada Ibu Hamil Harus Diperiksakan?
Ibu hamil sebaiknya berkonsultasi dengan dokter apabila keputihan mengalami perubahan yang tidak biasa, terutama jika disertai:
- Warna hijau, kuning, atau abu-abu
- Bau amis atau menyengat
- Gatal atau iritasi
- Sensasi terbakar pada vagina
- Nyeri ketika buang air kecil
- Nyeri panggul atau perut
- Perdarahan dari vagina
- Cairan keluar secara terus-menerus dan terasa sangat encer
- Perubahan mendadak pada jumlah atau karakter cairan vagina
Perhatian khusus diperlukan jika cairan yang keluar terasa seperti air yang terus merembes atau mengalir dari vagina. Pada kehamilan, kondisi tersebut tidak selalu merupakan keputihan biasa dan perlu dibedakan dari kemungkinan kebocoran cairan ketuban atau tanda persalinan.
Jika disertai perdarahan, nyeri hebat, kontraksi teratur, demam, atau kondisi ibu terasa memburuk, pemeriksaan medis perlu dilakukan segera.
Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Vagina Selama Hamil?
Menjaga kebersihan area genital bukan berarti harus menggunakan berbagai produk pembersih kewanitaan. Justru, penggunaan produk tertentu secara berlebihan dapat menyebabkan iritasi atau mengganggu keseimbangan alami vagina.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
1. Bersihkan area luar vagina secara lembut
Gunakan air dan, bila diperlukan, sabun ringan tanpa pewangi pada area luar. Tidak perlu membersihkan bagian dalam vagina.
2. Hindari vaginal douche
Douching atau menyemprotkan cairan ke dalam vagina tidak dianjurkan. Cara tersebut dapat mengganggu keseimbangan alami vagina dan tidak diperlukan untuk menjaga kebersihan.
3. Hindari produk berpewangi
Sabun, tisu basah, semprotan, atau produk kewanitaan dengan pewangi dapat menyebabkan iritasi pada sebagian orang. NHS juga menyarankan menghindari produk berpewangi di area genital.
4. Gunakan pakaian dalam yang nyaman
Pilih pakaian dalam yang memungkinkan sirkulasi udara dan segera ganti jika terasa lembap atau basah.
5. Jangan menggunakan obat vagina sembarangan
Meski beberapa infeksi vagina dapat diobati, obat yang aman untuk kehamilan belum tentu sama dengan obat yang digunakan saat tidak hamil. Karena itu, jangan menggunakan obat antijamur, antibiotik, antiseptik, atau obat vagina lainnya tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
NHS secara khusus menyarankan ibu hamil yang menduga mengalami kandidiasis untuk berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan karena tidak semua obat kandidiasis cocok digunakan selama kehamilan.
Jangan Langsung Menyimpulkan dari Warna Keputihan
Satu hal yang sering membuat ibu hamil khawatir adalah perubahan warna cairan vagina. Namun, warna keputihan saja tidak cukup untuk menentukan penyebabnya.
Keputihan putih dapat merupakan kondisi normal, tetapi juga dapat muncul pada infeksi jamur. Keputihan abu-abu dapat berkaitan dengan bacterial vaginosis, sedangkan cairan kehijauan dapat ditemukan pada beberapa infeksi menular seksual.
Karena gejala beberapa kondisi dapat saling menyerupai, dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan, bila diperlukan, pemeriksaan sampel cairan vagina untuk menentukan penyebabnya. Pemeriksaan inilah yang membantu dokter menentukan apakah kondisi tersebut membutuhkan pengobatan.
Jadi, Keputihan pada Ibu Hamil Normal atau Berbahaya?
Bisa normal, tetapi bisa juga menjadi tanda masalah kesehatan.
Keputihan yang bening atau putih susu, tidak berbau menyengat, dan tidak disertai gatal maupun nyeri umumnya merupakan bagian normal dari perubahan tubuh selama kehamilan.
Sebaliknya, perubahan warna, bau, tekstur, atau munculnya keluhan seperti gatal, rasa terbakar, nyeri saat buang air kecil, nyeri panggul, perdarahan, maupun cairan yang terus merembes perlu mendapatkan perhatian.
Kuncinya bukan sekadar melihat berapa banyak keputihan yang keluar, tetapi mengenali perubahan karakter keputihan dan gejala yang menyertainya.
Jika masih ragu apakah keputihan yang dialami termasuk normal atau membutuhkan pemeriksaan, jangan mencoba mendiagnosis atau mengobatinya sendiri. Konsultasi dengan dokter kandungan dapat membantu memastikan penyebabnya dan menentukan penanganan yang aman selama kehamilan.
Periksa Keputihan Saat Hamil Bersama Dokter Kandungan di KMNC
Kehamilan membawa banyak perubahan pada tubuh, termasuk perubahan pada cairan vagina. Mengenali mana yang normal dan mana yang perlu diperiksa dapat membantu ibu lebih tenang sekaligus mendapatkan penanganan lebih cepat jika ditemukan masalah.
Jika Anda mengalami perubahan keputihan selama kehamilan dan ingin memastikan kondisinya, konsultasikan dengan dokter kandungan di KMNC.
Untuk membuat jadwal konsultasi, Anda dapat menghubungi Bumin KMNC di 0811-1028-232 atau mengakses informasi layanan melalui website KMNC.
Jangan menunggu gejala semakin mengganggu. Pemeriksaan lebih awal membantu memastikan kesehatan ibu dan kehamilan tetap terpantau dengan baik.
